Forgot Password Register

Saat Anak Korban Bom Surabaya Sering Tanyakan Keberadaan Ayahnya

Saat Anak Korban Bom Surabaya Sering Tanyakan Keberadaan Ayahnya Suasana rumah duka (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Keluarga Aloysius Bayu Rendra (38) atau yang akrab disapa Bayu tak menyangka, Bayu menjadi salah satu korban tewas dalam peristiwa meledaknya bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada Minggu, 15 Mei 2018.

Tewasnya Bayu meninggalkan seorang istri bernama Monik dan kedua anaknya yang masih kecil. Anak laki-laki pertamanya berumur dua tahun dan anak perempuannya belum genap satu tahun.

Teguh (33) adik Bayu, bercerita bagaimana setiap harinya anak pertama Bayu selalu menanyakan ke mana ayahnya pergi.

"Anak pertamanya masih suka nanya papah ke mana, terus cuma dijawab 'papah udah di surga'," kata Teguh kepada Pantau.com saat disambangi di rumah duka orangtua Bayu di Jalan Gubeng Kertajaya, No 15 A, Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Polisi Musnahkan Bahan Pembuat Bom Milik Terduga Teroris Jatim

Dalam kesehariannya, Bayu dikenal sebagai sosok dewasa bertanggung jawab serta rela berkorban waktu dan tenaga demi kegiatan sosial yang sering kali ia ikuti. Bayu juga dikenal sebagai seorang fotografer.

Sehingga, lanjut Teguh, ia tak heran saat kakak tersayangnya itu rela mempertaruhkan nyawanya menghadang pelaku teror bom bunuh diri saat hendak masuk lebih jauh ke dalam area gereja. Aksi Bayu diduga untuk meminimalisir banyaknya korban jiwa.

Karena itulah, pihak keluarga tak merasa menyesal atas tewasnya Bayu. Keluarga merasa rasa bangga atas pengorbanan Bayu.

"Keluarga lebih ke bangga sih atas pengorbanan Kak Bayu, bersyukur dan berterimakasih kepada masyarakat yang apresiasi terhadap Kak Bayu, meskipun saya yakin Kak Bayu tidak tahu menahu bahwa itu ada bom dan ia berniat meledakkan diri," ujar Teguh.

Baca juga: Sambangi RS Bhayangkara, Keluarga Tolak Ambil Jenazah Terduga Teroris Surabaya

Terkait firasat sebelum pergi, Teguh juga mengaku tidak memiliki apapun sebelum kepergian kakaknya. Bukan tanpa alasan, dirinya percaya bahwa sebagai sosok yang amat menyayangi keluarga tak akan memberikan pesan khusus sebelum kepergiannya.

"Jadi Kak Bayu enggak ada firasat apapun, dia pergi dari rumah kayak biasa, waktu itu dia berangkat jam 6 untuk amankan gereja sebelum acara Misa Minggu dimulai," ucap Teguh.

Sementara itu, Monik istri dari Bayu masih terlihat diselimuti kesedihan mendalam. Jenazah Bayu menjadi satu-satunya yang belum diambil keluarga, karena proses identifikasi yang belum selesai, dan ada beberapa bagian tubuh yang belum ditemukan.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More