Forgot Password Register

Saatnya Sosok Muda Keluar Goa Benahi PSSI, 4 Nama Jadi Perbincangan

Saatnya Sosok Muda Keluar Goa Benahi PSSI, 4 Nama Jadi Perbincangan Kantor PSSI di Senayan. (Foto: Pantau.com/ Tatang Adhiwidharta)

Pantau.com - Dorongan untuk merevolusi total PSSI semakin kencang terdengar. Mantan pemain legendaris timnas Indonesia, Bob Hippy tak ragu buka suara, ia menantang agar sosok muda bisa keluar dari 'goa'

Ya, cuci gudang di tubuh PSSI usai terkuaknya skandal pengaturan skor terus menguap. Usai sang Nakhoda, Edy Rahmayadi karam, kapal bernama PSSI itu kian tenggelam setelah Pelaksana tugas (Plt) Joko Driyono, ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola soal perusakan barang bukti match-fixing.

Seperti yang disuarakan salah satu pemain timnas Indonesia era 60-an, Bob Hippy. Pria berusia 71 tahun itu begitu jengah dengan borok tak berkesudahan di dalam organisasi sebesar PSSI.

"Saya kira PSSI memerlukan sosok yang benar-benar komit membangun sepakbola Indonesia yang bersih dan bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal ketua umum atau wakilnya saja tapi juga anggota komite eksekutif (Exco)," ujar Bob.

Baca Juga: Gusti Randa Calonkan Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Najwa Shihab Wakilnya

"Juga Asprov di 34 Provinsi. Para voters yang punya hak suara harus pun harus dibekali visi misi yang jelas, ya apalagi kalau bukan sepakbola bersih," paparnya.

Beberapa hari terakhir di kalangan media ramai memberitakan empat sosok muda yang dinilai layak menyumbangkan tenaga, ide dan pikirannya untuk PSSI. Tercatat, ada nama-nama seperti Ahmad Zaki Iskandar (Bupati Tangerang), Munafri Arifudin (CEO PSM Makassar), Azrul Ananda (CEO Persebaya Surabaya) dan Rezza Mahaputra Lubis (CEO Indonesia Junior League).

Ahmad Zaki sendiri jadi salah tokoh pemimpin daerah yang sukses membangun 27 stadion mini di Kabupaten Tangerang. Sementara Munafri Arifudin, sepak terjangnya cukup sukses dengan menakhodai klub legendaris sekelas PSM Makassar, hanya dalam jangka waktu dua tahun ia mampu mengembalikan marwah Juku Eja ke papan atas.

Azrul Ananda, sebelum menjadi orang nomor satu di Persebaya adalah pendiri DBL (Development Basketball League), selain itu ia juga sosok milenial di kalangan media. Sementara Rezza Mahaputra Lubis, bersama Indonesia Junior League tengah hebat-hebatnya menyusun kerangka sepakbola Tanah Air lewat investasi di kompetisi level usia muda.

Keempat nama tersebut dinilai membawa angin kesejukan bagi Bob. Lantas ia berharap keempatnya bisa maju secara bersama membenahi tata kelola sepakbola Indonesia.

Baca Juga: Kata Pejabat Tinggi Persipura Jayapura Soal calon Ketum PSSI 

"Yang paling penting tentunya harus punya waktu yang penuh untuk PSSI  artinya tidak memegang jabatan lain. Wawasannya di sepakbola pun harus luas, tidak hanya skala nasional tapi juga Asia hingga dunia," tegas Bob.

"Kalau mau revolusi ya harus benar-benar dari akarnya, jangan terulang lagi yang sudah, bersih-bersih total," jelasnya.

Rencana Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI semakin deras muncul ke permukaan terhitung sejak anggota Exco, mengadakan rapat pada 19 Februari 2019 di Jakarta. Itu dilakukan usai penetapan Joko Driyono sebagai tersangka.

Tak pelak, KLB akan digelar dengan memiliki dua agenda, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) juga penetapan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More