Forgot Password Register

Sabu 1,6 Ton Diedarkan Kemana, Ini Dalih Polri

Ilustrasi Narkoba. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi Narkoba. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba)  Bareskrim Polri telah melakukan penindakan kasus narkotika jenis sabu sejumlah 1,6 ton yang ditangkap di perairan Anambas Provinsi Kepulauan Riau. Pihaknya menegaskan masih terus melakukan pendalaman lagi perihal jaringan peredaran barang haram tersebut.

"Sementara kami garis besarnya sudah tahu, detailnya belum karena butuh pemeriksaan lebih jauh lagi." Ujar Brigjen Eko Daniyanto dalam konfrensi pers di Gedung Dittipidnarkoba, Cawang Jakarta Timur, Sabtu (24/02/2018).

Baca Juga: Komika Dukung Deklarasi Berantas Narkoba di Kalangan Artis

Perwira Tinggi yang menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri itu mengungkapkan tujuan peredaran barang haram oleh para tersangka. Karena itu, instansi nya masih terus mendalaminya pada proses penyidikan lebih lanjut.

"Ini kami akan dalami di penyidikan. Jadi ini kan cuma sebagai kurir transporter, ada pihak lain yang mengetahui untuk diedarkan. Mungkin saja diedarkan di Indonesia atau tempat kita jadi transit ke tempat lain." tambah jenderal bintang satu tersebut.

Baca Juga: BNN dan Bea Cukai Ungkap Peredaran Sabu Dikendalikan Terpidana Mati Lapas Tanjung Gusta

Sebelumnya tim satgas gabungan Polri berhasil mengamankan satu Kapal ikan yang memuat Jaring Ketam dan berasal dari Taiwan yang berbendera Singapura di perairan Anambas, Kepulauan Riau, Selasa (20/2/2018). Kapal tersebut membawa 81 karung yang diperkirakan berisi 1,6 ton sabu.

Saat dicek kelengkapan dokumennya,  kapal tersebut tidak mempunyai dokumen dan surat yang lengkap.  Satgas Gabungan tersebut mengamankan empat warga negara asing, terdiri dari Tan Hui (43) diketahui sebagai nahkoda Kapal, Tan Mai (69), Tan Yi (33) dan juga Liu Yin Hua (63).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More