Forgot Password Register

Sadis! Terluka Selama Lomba, Kuda Ini Disuntik Mati di Arena Melbourne Cup

Sadis! Terluka Selama Lomba, Kuda Ini Disuntik Mati di Arena Melbourne Cup Kuda ini terluka di bahunya sebelum lomba (hitam). (Foto: AAP/Dan Himbrechts via ABC News)

Pantau.com - "Ini adalah insiden yang disayangkan yang jarang terjadi, padahal Victoria memiliki salah satu catatan keamanan terbaik di dunia pacuan kuda," bunyi pernyataan Racing Victoria, penyelenggara Melbourne Cup.

"Simpati kami tujukan ke keluarga Coolmore dan Williams, pemilik The Cliffsofmoher, joki Ryan Moore, pelatih Aidan O'Brien dan stafnya yang merawat kuda itu dan sangat sedih atas kehilangan yang mereka rasakan."

Pelatih kuda, Aidan O'Brien, mengatakan bahwa ia lega, karena joki Ryan Moore tidak terluka. "Sayangnya hal ini bisa terjadi pada seekor kuda yang berkeliaran di lapangan," katanya, yang dikutip dari ABC News, Rabu (7/11/2018).

"Sangat menyedihkan. Itu bisa menjadi lebih buruk, Ryan [Moore] bisa saja jatuh darinya, seseorang bisa saja terluka parah."

Baca juga: Pemancing Ini Nyaris Tinggal Nama saat Berhadapan dengan Hewan Berbisa Paling Mematikan di Dunia

Berita itu memicu reaksi instan dan kemarahan dari organisasi perlindungan hewan dan pengunjuk rasa yang mengusung isu serupa. Organisasi perlindungan hewan PETA mengeluarkan pernyataan yang menuntut penyelidikan atas kematian The Cliffsofmoher.

"Ia adalah yang terbaru dalam daftar panjang kuda-kuda mati. Cliffsofmoher terlihat sedang sangat gelisah sebelum lomba dimulai dan sekarang telah tewas setelah mengalami patah bahu kanan di Melbourne Cup," tulis pernyataan itu.

"Sebelum mereka bahkan sudah dewasa, hewan seberat 500 kilogram ini dipaksa untuk balapan dengan kecepatan yang sangat tinggi sembari dicambuk dan didorong melewati batas mereka, bertumpu pada pergelangan kaki sekecil manusia."

"Tentu saja, kuda banyak mati di acara pacuan kuda dengan level lebih rendah: selama periode pacuan tahun lalu, 119 dinyatakan mati di arena Australia antara bulan Agustus 2017 hingga Juli 2018 - itu sama dengan satu hewan setiap tiga hari."

"Mereka mati karena serangan jantung, pendarahan, putus nadi, dan patah leher, kaki, atau panggul, dan itu tanpa menyebutkan ribuan kuda yang dibesarkan untuk industri yang tidak menyusun tingkatan dan ditinggalkan, diabaikan, atau dikirim ke pembantaian." .

"Mengingat warga Australia membenci kekejaman terhadap hewan, memperingati hari di mana kuda-kuda mati di Melbourne Cup secara rutin pada dasarnya adalah tidak mencerminkan Australia. Sementara hari libur karena pacuan kuda ini memberi waktu istirahat bagi warga Australia, kuda-kuda justru terluka."

Baca juga: Lagi, Seorang Pria Tewas Akibat Serangan Hiu di Australia

Koalisi untuk Perlindungan Kuda Pacuan mengikuti melayangkan protes di Facebook. "Saat baru berusia lima tahun, [The Cliffsofmoher] telah memenangi USD1,7 juta (atau setara Rp 17 miliar) untuk pemiliknya. Hari ini ia mengalami patah pundak di Melbourne Cup dan tewas di lintasan," tulis surat itu.

"Tidak ada kuda yang pantas mati untuk keuntungan judi, tetapi itu terjadi setiap tiga hari, dan kami sangat menyayangkannya."

Sebelumnya, tanda pagar #NupToTheCup menjadi tren di Australia saat sejumlah unjuk rasa berlangsung serempak di seluruh wilayah negara itu.

Salah satu pengunjuk rasa, yang dipimpin oleh Koalisi untuk Perlindungan Kuda Pacuan dan bernama Protes dan Piknik Melbourne Cup, dipromosikan sebagai "cara yang hebat bagi mereka yang tidak ingin mendukung kekejaman terhadap hewan untuk tetap menikmati suasana perayaan".

"Sementara mereka yang berada di arena pacuan kuda Flemington akan minum sampanye dan menikmati makanan ringan, peserta unjuk rasa 'Nup to the Cup' akan melakukan hal yang sama dan pada saat yang sama akan menarik perhatian ke kesulitan kuda pacuan yang tidak memiliki suara ," bunyi sebuah postingan di situs Animals Australia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More