Forgot Password Register

Sama-sama Berstatus ASN, tapi Ini Bedanya PNS dan PPPK

Sama-sama Berstatus ASN, tapi Ini Bedanya PNS dan PPPK ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengakses aplikasi daring Klinik Kepegawaian Online (klik on) (Foto: Antara/Maulana Surya)

Pantau.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPAN-RB mengungkapkan bahwa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan-RB, Setiawan Wangsaatmaja, menjelaskan, ASN ini saat ini ada 2 status. Pertama Pegawai Negeri Sipil (PNS), kedua PPPK. Menurutnya, meski pun sama-sama ASN namun ada beberapa perbedaan antara PNS dan PPPK.

"Saya ingin membandingkan, jadi jangan diragukan seseorang yang masuk ASN baik PNS atau PPPK sudah diakui merupakan Aparatur Sipil Negara," ujarnya dalam pemaparan di Forum Merdeka Barat (FMB) 9, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

Dalam segi aturan, PNS dan PPPK memiliki acuan yang berbeda. PNS diatur melalui PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS sementara PPPK diatur melalui PP 49 tahun 2018 tentang manajemen PP. Namun keduanya sama-sama memiliki spesifikasi tugas. 

"Dua-duanya menduduki jabatan pemerintah jadi bahwa ketika orang melamar ASN jabatan apa? Bukan masuk dulu terus cari jabatan. Tapi ketika kosong itu yang dibuka. Itu persamaannya," katanya. 

Selian itu, keduanya sama-sama memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP), memiliki aturan pendapatan yang sama selama belum ada aturan baru dan memiliki perlindungan yang sama kecuali terkait dana pensiun. 

"PNS dapat pensiun, jaminan hari tua kecelakaan bantuan hukum, PPPK  pun sama, kecuali pensiun, tapi kantor tempatnya bekerja bisa memfasilitasi dalam bentuk apa dan sepeti apa," katanya. 

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

Namun perbedaannya jika PNS mengisi seluruh jabatan ASN, PPPK hanya bisa mengisi jabatan tinggi, jabatan fungsional dan profesional dengan fungsi yang spesifik. 

"PPPK dalam jabatan ASN yang dapat diisi adalag jabatan tinggi madya dan utama tertentu dengan izin presiden dan jabatan fungsional, jadi artiknya PPPK mengisi jabatan yang profesional misal guru dosen jabatan lain yang spesifik fungsi spesifik," ungkapnya.

Selain itu PPPK diangkat dengan perjanjian kerja sesuai kebutuhan instansi dengan masa kerja minimal 1 tahun, sementara PNS berstatus pegawai tetap. 

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Indonesia Perlu Menteri Ekspor dan Investasi

Kemudian, untuk PNS memiliki batas maksimal usia saat mendaftar yakni 35 tahun. Sementara PPPK dapat mendaftar hingga satu tahun menjelang masa pensiun. 

"Kalau bicara PNS artinya PNS berkarir dari awal. Sedangkan Negara membutuhkan bisa diisi orang profesional inilah PPPK bisa masuk kesini," katanya. 

"Misal, Presiden menginginkan Indonesia masuk dalam 100 universitas terbesar di dunia, tapi yang jadi masalah guru besar. Solusi bisa melalui PPPK, diaspora bisa diundang masuk Guru besar, karena bisa dilamar maks 1 tahun jelang pensiun, misal usia 70 artinya 69 masih bisa direkrut untuk akselerasi pembangunan manusia di Indonesia," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More