Forgot Password Register

Sambil Malu-malu, Setnov Ungkap Panggilan Romantis ke Istrinya di Sidang e-KTP

 Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (Foto: Antara / Reno Esnir) Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (Foto: Antara / Reno Esnir)

Pantau.com - Banyak hal menarik yang terungkap pada sidang e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat 27 April 2018. Salah satunya panggilan romantis Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, untuk sang suami.

Hal itu terungkap saat Novanto menceritakan perlakuan Deisti kepada dirinya seusai mengalami kecelakaan mobil.

"Saat itu ternyata saya sudah di rumah sakit lain, lalu istri saya mengatakan 'Yang, kamu sudah di RSCM, kamu begitu lama pingsan," kata Novanto saat menjadi saksi dalam sidang Tipikor.

Baca juga: Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

Novanto menjadi saksi untuk terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo yang didakwa bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi untuk menghindarkan Ketua DPR Setya Novanto diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.

"Yah atau yang?" tanya ketua majelis hakim Mahfudin.

"Yang," jawab Novanto yang menujukkan kata "sayang".

"Masih romantis juga ya?" tanya hakim Mahfudin.

"Masih romantis lah biar begitu harus tetap romantis yang mulia," jawab Novanto sambil tertawa kecil.

Baca juga: KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Setya Novanto Terkait Korupsi e-KTP

Deisti yang duduk di bangku pengunjung pun sempat tersenyum kecil dan tersipu.

"Saya mual saya kencang sekali, jadi diceritakan kamu bagaimana, saat itu saya masih pusing, kepala masih diperban, diplester di tangan," ungkap Novanto.

"Apakah saudara pernah melihat luka sendiri? Memang ada benjolan di dahi?" tanya hakim Mahfudin.

"Iya, dibawakan cermin sama istri saya, ada bengkak di dahi, memar yang mulia," jawab Novanto.

"Karena ada pernyataan Fredrich Yunadi di dalam konpers," kata hakim Mahfudin.

"Yang sebesar bakpao? Ha ha ha, yang saya tahu memar dan di situ dan saya juga habis operasi jantung, ginjal juga kurang bagus, saya hipertensi tinggi," jawab Novanto.

"Sebelumnya ada foto saudara luka cuma lecet kecil di dahi tangan kanan seperti di dalam visum dokter Bimanesh, jadi mana yang betul?" tanya hakim Mahfudin.

"Waktu saya lihat malah beda, saya rasa memar saya lihat besar dan di KPK juga masih memar, di sebelah kiri memar ada bekas luka, waktu di rutan 4-5 hari baru membaik karena sempat kompres di rutan," jelas Setnov. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More