Forgot Password Register

Sambut Revolusi Industri 4.0, Ini Harapan Menteri Yohana Terhadap Perempuan

Sambut Revolusi Industri 4.0, Ini Harapan Menteri Yohana Terhadap Perempuan Penampilan flashmob dalam acara 1000 Kartini Nusantara di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (21/4/2018). (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise meminta perempuan Indonesia memanfaatkan kehadiran Revolusi Industri 4.0 agar bisa memosisikan dirinya pada dunia kerja di era tersebut.

"Hadirnya Revolusi Industri 4.0 seharusnya dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh kaum perempuan karena memiliki prospek yang menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian dari peradaban dunia," kata Menteri Yohana di Yogyakarta, Senin (23/4/2018).

Revolusi Industri 4.0 merupakan era yang diwarnai kecerdasan buatan, era digital, rekayasa genetika, inovasi, dan perubahan cepat yang berdampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, dan politik.

"Namun data terakhir per Februari 2017 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hanya terdapat 30 persen pekerja perempuan di bidang industri sains, teknologi, engineering, dan matematik," kata Menteri.

Baca juga: Genjot Nilai Ekspor, Kemendag Gelar 'Good Design Indonesia 2018'

Ia mengatakan, studi dari UNESCO pada 2015 rendahnya tingkat partisipasi pekerja perempuan di bidang industri terutama disebabkan oleh persepsi lingkungan kerja di industri merupakan domain pekerja laki-laki, yang melibatkan pekerjaan fisik dan tidak menarik bagi pekerja perempuan.

"Selain itu, masih banyak lulusan perempuan yang memperoleh gelar terkait industri sains, teknologi, engineering, dan matematik memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengejar karier di industri dibandingkan laki-laki," katanya.

Oleh sebab itu, menurut Menteri, dibutuhkan peran perguruan tinggi dalam menggali potensi kaum perempuan agar menjadi lulusan yang kuat dan mampu menghadapi persaingan di era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini.

Baca juga: BI Sebut Mata Uang Virtual Tantangan Pengembangan Fintech di Luar Aturan Keuangan

Menteri Yohana mengatakan, selain berperan di ranah publik, perempuan juga harus bisa menjadi pendidik yang dapat mengajar dan membina anak-anak sebagai generasi penerus, dan menjadi seorang ibu di Era Revolusi Industri 4.0 memiliki tantangan tersendiri.

Oleh sebab itu, Menteri mengharapkan sebagai seorang ibu perlu membuka diri atau 'open mind' dan mau terus belajar mengikuti perubahan jaman yang tentunya diikuti dengan perubahan perilaku, karakter dan sikap anak-anak yang hidup di era ini.

"Saya berharap kaum perempuan sebagai pendidik generasi penerus mampu menerapkan nilai-nilai agama, kebaikan, dan moral dengan cara yang berbeda dengan jaman kita dahulu," katanya.

Menteri menambahkan, diperlukan suatu pendekatan dalam mendidik dan menjaga anak-anak agar menjadi generasi yang mampu bersaing di era global, beretika dan membanggakan baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More