Forgot Password Register

Sampah Jadi Listrik, Beban atau Aset?

Sampah Jadi Listrik, Beban atau Aset? Wakil Menteri ESDM, Arcanda Tahar (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Seperti sobat Pantau tahu, persoalan sampah di Indonesia masih menjadi problem yang pelik. Pasalnya, masyarakat Indonesia belum terbiasanya memisahkan sampah.

Kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar jika kebiasaan masyarakat saat ini bisa diubah, maka hal yang mungkin sampah di Indonesia berkurang dan diolah menjadi pembangkit listrik.

"Sampah itu kalau dalam bahasa ekonominya harus kita lihat sebagai bebankah atau aset? Karena (pandangan yang berbeda) nanti pengelolaannya akan berbeda," kata Arcandra.

Baca juga: 5 Alasan Millenials Tunda Beli Rumah (Bagian I)

Ia juga mengingatkan agar masyarakat melihat sampah bukan sebuah aset, namun merupakan suatu beban atau tanggungan. Oleh sebab itu, adanya tenaga listik dari sampah adalah upaya untuk mengurangi sampah. 

"Dengan paradigma ini kita melihat pembangkit listrik tenaga sampah adalah dalam rangka mencari solusi bagaimana membuat sampah dibersihkan," tutur Arcandra.

Sebagaimana diketahui, biaya pembangkitan listrik dari biomassa (sampah) masih cukup tinggi dan belum banyak perusahaan yang turut ambil bagian dalam pengusahaan pembangkit listrik tenaga sampah ini.

Baca juga: Wow! Gaji di Bawah Rp4 Juta Bisa Dapat Rumah Impian

Jika sampah sudah dianggap sebagai tanggungan, lanjut Arcandra, harapannya Pemerintah Daerah juga dapat berpartisipasi dalam mendorong pembangkit listrik tenaga sampah dalam rangka membuat sampah dibersihkan.

"Harus ada partisipasi dari Pemda dalam bentuk tipping fee, biaya yang harus ditanggung pemerintah daerah, agar keekonomian dari waste to energy itu bisa masuk," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More