Forgot Password Register

Sayang Sekali, Pria Ini Gagal Jadi yang Pertama di Dunia untuk Turunkan Usia

Sayang Sekali, Pria Ini Gagal Jadi yang Pertama di Dunia untuk Turunkan Usia Emile Ratelband. (Foto: AP/Peter Dejong via ABC News)

Pantau.com - Pengadilan di Belanda menolak permintaan seorang warga bernama Emile Ratelband, yang menghendaki agar usianya diturunkan dari 69 tahun menjadi 49 tahun. Ratelband mengatakan akan melakukan banding.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai motivator itu menjelaskan, ia adalah orang pertama dari 'ribuan' orang yang ingin mengubah usia mereka.

Dalam keputusannya Pengadilan Distrik Arnhem, sebuah kota kecil 82 km dari ibukota Belanda Amsterdam, mengatakan bahwa kasus Ratelband ditolak karena di usia seseorang juga melekat hak dan tanggung jawab tertentu seperti boleh memilih dalam pemilu.

"Ratelband boleh saja merasa 20 tahun lebih mudah dari usia sebenarnya, dan berperilaku seperti itu." kata pengadilan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari ABC news, Selasa (4/12/2018).

"Namun mengganti tahun kelahirannya akan membuat catatan selama 20 tahun hilang dari catatan kelahiran, kematian dan pernikahan dan juga status perkawinan. Ini akan menciptakan implikasi hukum dan sosial yang tidak diinginkan."

Baca juga: Ada Apa denganmu Michelle Obama?

Ratelband mngajukan kasusnya ke pengadilan bulan November dan mengatakan dia tidak merasa usianya sekarang 69 tahun.

Dia mengatakan permintaannya untuk mengubah usianya konsisten dengan perubahan lain yang ada dalam diri seseorang seperti mengubah nama atau gender.

Namun pengadilan menolak pendapat tersebut, karena berbeda dengan nama atau gender, UU di Belanda memberikan hak dan kewajiban yang bertalian dengan usia seperti 'hak untuk memberikan suara dalam pemilu, dan masuk sekolah.'

"Bila permintaan Ratelband dikabulkan, persyaratan usia itu menjadi tidak ada gunanya." kata pengadilan.

Ratelband sendiri dalam reaksinya sebagai seseorang yang banyak terlibat sebagai pembawa acara motivasi, tidak menerima begitu saja apa yang diputuskan oleh pengadilan dan bermaksud mengajukan banding.

Baca juga: Bak Seorang Model, Pria Ini Lakukan Instruksi Tidak Biasa dalam Pesawat

"Ini bagus. Keputusan pengadilan itu bagus karena mereka sudah memberikan beberapa sudut pandang yang bisa kami gunakan ketika kami mengajukan banding." kata Ratelband.

Pengadilan mengakui bahwa 'ada trend dala masyarakat bagi warga untuk merasa sehat dan fit untuk hidup lebih lama' namun tidak menganggap itu sebagai alasan yang kuat untuk mengubah tanggal kelahiran.

Ratelband juga bersikeras bahwa kasusnya mirip dengan permintaan untuk mengubah nama atau jenis kelamin. "Saya mengatakan ini semua sejalan, karena ini berhubungan dengan perasaan saya, dengan apa saya pikirkan sebagai identitas saya." katanya.

Pengadilan mengatakan Ratelband gagal mengyakinkan hakim bahwa dia mengalami diskriminasi usia.

"Ada alternatif lain untuk menghadapi masalah diskriminasi usia, dan bukannya mengganti tanggal kelahiran," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More