Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Sebelum Curhat ke Teman, Perhatikan 3 Poin Penting Ini!

Sebelum Curhat ke Teman, Perhatikan 3 Poin Penting Ini! Psikolog Anak dan Remaja, Monica Sulistiawati. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Curhat kepada teman memang ampuh mengurangi beban masalah seseorang. Namun, disisi lain penting juga untuk kita tahu apakah teman sudah siap untuk mendengarkan keluh kesah kita, karena curhat juga ada batasannya.

Baca juga: Studi: Pendidikan Tidak Sepenting Itu Bagi Demensia

Di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019) Psikolog Anak dan Remaja, Monica Sulistiawati membagikan setidaknya ada tiga poin penting yang harus diperhatikan sebelum kamu curhat kepada teman.

1. Respon yang singkat

Ini jawaban teman saat pertama kali kita mengutarakan niat untuk curhat tentang suatu hal. Bukannya balik bertanya, dia malah niat menyudahi. Ini tandanya teman sedang tidak rispek dengan tema pembicaraan.

"Kita lihat misalnya 'gue mau cerita nih anak gue gini-begini', 'oh iya anak lo kenapa?' artinya dia welcome, pertanyaan balik," ujarnya 

"Tapi kalau dia mau cerita, anak gue sakit nih gini-gini, (jawabannya) yaudahlah sakit gitu aja,' artinya dia sedang menutup dirinya," sambungnya.

2. Perasaan sedang tidak baik

Perlu diingat, teman kita juga manusia biasa yang memiliki rasa lelah atau sedang tidak memikirkan apapun atau sedang ingin sendiri. Karenanya jangan memaksakan curhat ketika responnya tidak antusias

"Kita juga harus ngerti bahwa temen kita manusia biasa yang mungkin, lagi lelah, atau mood-nya enggak bagus," tuturnya.

3. Tidak hanya ingin memberi

Disebutkan Monica dalam pertemanan juga ada take and give atau memberi dan menerima, karenanya sadarkan dirimu apakah sudah bersikap egois terhadap teman dan membuatnya hanya mendengarkanmu tidak dengan sebaliknya.

"Dengerin kata hati kita bisa bicara, yang tau persis temen kita kira-kira paling asik diajak ngobrol yang mana, atau ada enggak hal-hal sensitif yang sebenarnya mengganggu dia," imbuhnya.

Baca juga: Mandi Air Hangat Saat Haid Berbahaya, Mitos atau Fakta?

"Kita cerita tentang pasangan kita, padahal dia sendiri untuk dapet pasangan aja masih butuh waktu, atau dia ada konflik dengan pasangannya, ini yang jadi batasan-batasan kita, kita lihat responnya," tutupnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam