Forgot Password Register

Headlines

Sebentar Lagi Pilpres, Tergiur Tawaran Jadi Buzzer?

Ilustrasi (Foto: Pixabay) Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebentar lagi musim Pemilihan Calon Legislatif dan Pemilihan Presiden. Pastinya tak hanya kampanye secara langusun face to face, banyak diantara kandidat yang rupanya bergelirnya di dunia maya.

Yang paling akrab ditelinga kalian pasti adalah buzzer. Jangan asal memberikan pengertian, buzzer juga punya sejarah. Gaji yang ditawarkannya pun bervariasi tetapi melihat Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017, rata-rata paling kecil Rp4,5 juta.

Buzzer berasal dari Bahasa inggris yang mempunyai arti lonceng, bel atau alarm. Pengertian buzzer secara harfiah diartikan sebagai alat yang di manfaatkan dalam memberikan pengumuman atau mengumumkan sesuatu untuk mengumpulkan orang-orang pada suatu tempat.

Jika anda tertarik dengan profesi, coba kalian bisa cek list beberapa kriteria ini, apakah kalian bisa menjadi buzzer atau tidak.

1. Punya follower Sebejibun


Ingat! tugas kalian itu online, kalau tak punya teman di akun sosial media, kalian mau memberikan info ke siapa. Dalam hal ini pastikan identitas anda juga harus dikenal oleh pihak-pihak politisi. Jangan ragu untuk memfollow mereka juga.  

Baca juga: Ini Kuota CPNS di Beberapa Daerah, Baca Teliti! Jangan Kelewatan

2. Tahan kerja 24 jam 


Ilustrasi (Pixabay)

Kalian bukan orang yang punya terlihat seperti tim kampanye yang gembar-gembor di hadapan orang. Kalian harus rela matengin sejumlah isu yang berkembang dimedia sosial, komentar pada netizen dan politisi lainnya.

3. Tahan emosi


Ilustrasi (Pixabay)

Sebagai buzzer, tak sedikit kalian akan berhadap dengan sejumlah netizen yang maha benar. Atau mungkin kalian justru akan berhadapan dengan buzzer lawan politik klien anda. Jadi apa yang kalian lakukan semuanya terkontrol sehingga harus bisa menahan jari-jari manis anda tidak berkomentar atau mengunggah sesuatu yang menjadi boomerang pekerjaan anda.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More