Forgot Password Register

Sebut Darah Orang Kafir Halal, Ibu Rumah Tangga Diringkus Polisi

Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi) Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh meringkus seorang ibu rumah tangga lantaran mengeluarkan komentar mengandung ujaran kebencian di media sosial. Pelaku yang berinisial WF, ditangkap gara-gara komentarnya di medsos yang menyebut "ya say.. memang halal darah orang kafir say..," terkait kasus bom gereja Surabaya.

"Pelaku beralamat di Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. Pelaku diamankan Senin sekitar pukul 11.45 WIB," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar di Banda Aceh, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Densus 88 Baku Tembak dengan Teroris di Surabaya, Satu Tewas

Misbahul menyebutkan, penangkapan WF berawal dari kiriman informasi terkait kerusuhan di Rutan Mako Brimob melalui media sosial Facebook pada 13 Mei 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Informasi tersebut milik orang lain. Kemudian, pelaku WF membagikan informasi tersebut melalui akun Facebook miliknya. Kiriman informasi tersebut terkait dengan rusuhnya Rutan Mako Brimob," kata dia.

Kemudian, kata Misbahul, dalam postingan tersebut terdapat komentar dari teman Facebook terduga dengan inisial LFY.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Penampung Dana JAD Surabaya

Komentar tersebut dengan kalimat "_iya mbak, ini barusan ada bom di gereja santa maria, ngagel sby mbak_". Selanjutnya terduga pelaku SARA WF membalas komentar tersebut, "ya say.. memang halal darah orang kafir say..,".

Misbahul menyebutkan, perbuatan pelaku WF melanggar Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Bersama pelaku, turut diamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam merek OPPO F1s serta kartu seluler yang digunakannya. Pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolda Aceh guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Misbahul.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More