Pantau Flash
Kalahkan Chelsea di Stamford Bridge, Liverpool Kokoh di Puncak Klasmen
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open

Sedang Disorot, Realisasi Penyaluran Bansos Februari 2019 Meningkat

Sedang Disorot, Realisasi Penyaluran Bansos Februari 2019 Meningkat Mata Uang Rupiah (Foto: Instagram/Kemenkeu)

Pantau.com - Jelang pemilihan Presiden tanggal 17 April 2019, sejumlah kebijakan pemerintah Joko Widodo menjadi sorotan salah satunya adalah dana bantuan sosial. 

Kementerian Keuangan mencatat penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga akhir Februari 2019 telah mencapai Rp23,6 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai 24,31 persen dari total proyeksi APBN 2019 sebesar Rp102 triliun. 

"Penyaluran bansos sampai akhir Februari sebesar Rp23,6 triliun melonjak dibanding tahun lalu," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Sri Mulyani Sumringah, Penerimaan Cukai Negara Naik 8 Kali Lipat

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, tingginya realisasi bantuan sosial ini karena adanya peningkatan jumlah Program Keluarga Harapan (PKH).

"Jumlah nominal untuk masing-masing jumlah PKH adalah dua kali lipat, makanya meski dibayarnya tetap sama jumlahnya meningkat," paparnya.

Baca juga: Utang Pemerintah Pusat hingga Februari 2019 Capai Rp4.566 Triliun

Selain itu kata dia, adanya pencairan indeks bantuan pada komponen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

"Ada akselerasi pencairan PBI (Penerima Bantuan Iuran) untuk BPJS kesehatan. Jadi kalau kita lihat peningkatan belanja dari hal itu," imbuhnya.

Selain bantuan sosial, realisasi belanja barang juga mengalami peningkatan dari 3,39 persen terhadap pagu APBN pada tahun 2018 menjadi 4,41 persen terhadap pagu APBN 2019. Selain itu, belanja modal juga mengalami peningkatan dari 2,19 persen terhadap pagu APBN 2018 menjadi 2,26 persen terhadap pagu APBN tahun 2019.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: