Forgot Password Register

Sehat Mana, Lari Maraton atau Jalan Jauh?

Sehat Mana, Lari Maraton atau Jalan Jauh? Ilustrasi Lari. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Lari dan jalan kaki adalah cara mudah dan murah untuk mencegah penyakit. Kedua cara ini disebut sangat baik untuk mempertahankan kebugaran fisik, mental maupun emosional.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mana yang lebih menyehatkan, berlari maraton atau berjalan jauh?

Dilansir dari Medical Daily, sebuah studi menemukan, pelari dapat hidup rata-rata beberapa tahun lebih lama daripada mereka yang bukan pelari. Berlari lebih menuntut energi pada tubuh daripada berjalan, sehingga hasilnya pada tubuh lebih cepat.

Baca juga: Kamu Bisa Coba 4 Varian Minuman Detoks dengan Fungsi yang Beragam

Temuan lain menunjukkan, lari lebih efektif bagi mereka yang ingin menambah berat badan. Untuk mengurangi lemak perut (atau lemak visceral), para ahli merekomendasikan untuk berlari jarak pendek.

"Mengurangi lemak perut, bahkan tanpa menurunkan berat badan, dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," kata Profesor biobehavioral di Columbia University Teachers College, Dr Carol Ewing Garber.

Tetapi ada pula studi yang menunjukkan bahwa pelari mungkin berisiko tinggi mengalami cedera dibandingkan dengan mereka yang memilih berjalan. Orang dengan radang sendi atau masalah sendi harus meminta rekomendasi dokter jika ingin berlari, karena bisa saja memperburuk kondisi mereka seiring adanya penambahan tekanan pada sendi.

James O'Keefe, seorang ahli jantung di Saint Luke's Mid America Heart Institute, mengingatkan bahwa terlalu banyak berlari dapat berdampak buruk karena tubuh kita tidak dapat mempertahankan aktifitas menuntut di luar titik tertentu.

"Setelah 60 menit melakukan akifitas fisik yang intens, seperti berlari, bilik jantung Anda mulai meregang dan menuntut kemampuan otot untuk beradaptasi," kata dia.

Baca juga: 5 Manfaat Besar Detoksifikasi untuk Tubuh

Di sisi lain, berjalan hampir sama efektifnya dengan berlari untuk mengurangi risiko hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes dan penyakit jantung.

Kardiolog klinis Peter Schnohr merekomendasikan penggabungan dua aktifitas untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

"Yang paling baik adalah lari dua hingga tiga hari per minggu, dengan kecepatan lambat atau rata-rata. Berlari setiap hari, dengan kecepatan cepat, lebih dari 4 jam per minggu tidak menguntungkan," tutur dia.

Satu penelitian menunjukkan orang-orang yang berjalan dengan cepat memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang berjalan lambat.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More