Pantau Flash
Kemensos Klaim Seluruh Lokalisasi di Pulau Jawa Sudah Ditutup
Diwarnai Blunder Yanto Basna, Indonesia Kalah 0-2 dari Malaysia
MRT Bayar Listrik Rp12 Miliar Setiap Bulan
Pelebaran Trotoar di Cikini Korbankan Jalur Sepeda
Hasto: Ahok Tak Harus Keluar PDIP Jika Diberi Tugas di BUMN

Selain Rupiah, BJ Habibie Juga Sehatkan Sektor Perbankan Nasional

Headline
Selain Rupiah, BJ Habibie Juga Sehatkan Sektor Perbankan Nasional BJ Habibie. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ekonom Hisar Sirait menilai salah satu prestasi yang berhasil ditorehkan almarhum Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie dalam sejarah Indonesia adalah berhasil membenahi dan menyehatkan sektor perbankan nasional di tengah Krisis Finansial 1998.

"Keberhasilan almarhum BJ Habibie saat itu adalah membenahi dan menyehatkan sektor perbankan yang amburadul akibat diterpa krisis finansial 1998," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa BJ Habibie saat itu langsung bertindak dengan memastikan penyakit yang menjadi penyebab ambruknya sektor perbankan. Penyakit utama yang melanda sektor perbankan kala itu adalah performa bank-bank Indonesia sangat tidak baik.

Baca juga: Kenang BJ Habibie, Sri Mulyani: Beliau Jadi Presiden Waktu Ekonomi Sulit

Sektor perbankan di masa Orde Baru sebelum era reformasi bergulir, Indonesia tidak bisa menilai secara baik kesehatan sektor perbankan terutama terkait aspek prudential banking mereka.

Tingkat kehati-hatian perbankan sebelum era reformasi sangat jauh dari yang semestinya, seperti kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Selain itu begitu mudah orang membuat dan mendirikan bank, kemudian melakukan korporasi dan bahkan menyalurkan kredit kepada korporasinya sendiri pada waktu itu.

Dengan demikian pinjaman macet atau non performing loan (NPL), di masa sebelum reformasi bergulir, sangat tinggi. Ini yang membuat kondisi sektor perbankan Indonesia saat itu sangat lemah.

"Ketika Presiden BJ Habibie berkuasa, beliau langsung melakukan penguatan dan penyehatan di sektor perbankan melalui penggabungan beberapa bank seperti bank-bank pemerintah bergabung menjadi Bank Mandiri," kata Hisar Sirait.

Baca juga: Kebijakan Ekonomi Era BJ Habibie: Rupiah Rp6.500 per Dolar AS

Salah satu keberhasilan almarhum BJ Habibie adalah mampu memperkuat dan mengonsolidasikan sektor perbankan di tengah terjadinya Krisis Finansial 1998.

Buah atau hasil dari penguatan tersebut memang tidak beliau sempat nikmati saat BJ Habibie menjabat sebagai presiden Indonesia, namun dinikmati oleh para generasi penerus Indonesia.

"Satu hal yang pasti, Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie telah meletakkan fondasi penguatan yang namanya struktur keuangan perbankan yang baik," pungkasnya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: