Forgot Password Register

Selain Sofyan Basir, KPK Periksa Eni dan Johannes Kotjo Sebagai Saksi

Selain Sofyan Basir, KPK Periksa Eni dan Johannes Kotjo Sebagai Saksi ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Dua terpidana kasus suap kesepakatan kerjasama proyek PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih dan Johannes B Kotjo, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya akan jalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir, Dirut PT PLN nonaktif.

"Dua saksi dijadwalkan jalani pemeriksaan untuk SFB terkait kasus suap kesepakatan kerjasama proyek PLTU Riau-1," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Sofyan Basir Kembali Diperiksa KPK Sebagai Tersangka Suap PLTU Riau-1

Dalam kasus ini, Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat telah menjatuhkan hukuman tetap terhadap kedua terpidana tersebut. Eni dan Kotjo telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan transaksi suap terkait proses kerjasama proyek PLTU Riau-1.

Eni yang merupakan mantan anggota Komisi VII DPR RI terbukti menerima suap dari Kotjo, pemilik perusahaan Blackgold Natural Recouser. Suap tersebut sebagai imbalan karena Eni membantu meloloskan anak perusahaan Kotjo untuk mendapat proyek PLTU Riau-1.

Akibatnya, Eni dijatuhi hukuman pidana 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan, dan pencabutan hak politik selama 3 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

Sementara Kotjo, pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat telah memvonis pemilik perusahaan Blackgold Natural Recouser itu dengan hukuman 2 tahun 8 bulan dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca juga: Sofyan Basir Ajukan Praperadilan Atas Penetapan Tersangka KPK

Selain keduanya, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham juga turut ditetapkan sebagai tersangka. Ia disebut turut terlibat dalam proses pembahasan kerjasama proyek PLTU Riau-1 dan didakwa menerima uang Rp 2,250 miliar dari Kotjo. Idrus telah divonis oleh PN Tipikor Jakpus dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda 150 juta subsider 3 bulan kurungan. Namun ia mengajukan banding atas vonis tersebut.



Share :
Komentar :

Terkait

Read More