Forgot Password Register

Selang Dua Hari, Wali Kota di Filipina Kembali Jadi Target Pembunuhan

Ilustrasi penembakan. (Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi penembakan. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Pria-pria bersenjata dengan menggunakan sepeda motor membunuh seorang Wali Kota di Filipina Utara. Peristiwa itu merupakan yang kedua selang dua hari.

Wali Kota Ferdinand Bote (57) menjadi pejabat daerah terpilih ke-12 yang terbunuh sejak Presiden Rodrigo Duterte melancarkan antinarkoba.

Baca juga: Detik-detik Wali Kota Filipina Antonio Halili Ditembak Hingga Tewas

Kepala Kepolisian Filipina, Adrian Gabriel mengatakan, Bote dan supirnya sedang meninggalkan kantor pemerintah di Ibu Kota Provinsi Nueva Ecija ketika pria-pria bersenjata mendekati mobilnya dan menembaknya hingga tewas. Sementara supir Bote selamat tanpa cedera dari insiden itu.

"Ia ditembak berkali-kali dengan menggunakan senapan laras pendek," kata kepolisian dalam laporan awal.

Polisi menemukan setidaknya 18 proyektil peluru di tempat kejadian.

Baca juga: Sadis! Gangster Prancis Ini Kabur dari Penjara Bergaya Mafia Italia

Juru Bicara Rodrigo Duterte, Harry Roque menyatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan dan secepatnya berjanji akan menangkap pelaku penembakan. 

Sebelumnya, Wali Kota Filipina Antonio Cando Halili yang pernah mengarak tersangka pengedar narkotika melalui jalanan di kotanya, ditembak mati ketika menghadiri upacara mingguan pejabat pemerintah.

Halili dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit akibat satu luka peluru di bagian dada ketika ia dan pegawai negeri menyanyikan lagu kebangsaan di Tanauan, kota di Provinsi Batangas arah barat daya ibu kota Manila.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More