Forgot Password Register

Selundupkan Alat Perang Anti Kapal Selam, Warga China Ditangkap AS

Ilustrasi alat militer. (Foto: Reuters) Ilustrasi alat militer. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Seorang kepala perusahaan penyalur barang kelautan ditangkap dengan tuduhan penyelundupan perangkat militer dari Amerika Serikat. Orang tersebut dituduh bersekongkol dengan kelompok terkait dengan angkatan bersenjata China untuk mengekspor perangkat anti-kapal selam.

Shuren Qin, yang tinggal di Wellesley, Massachusetts, didakwa di pengadilan federal Boston atas penipuan visa serta berkomplot melakukan pelanggaran peraturan ekspor AS.

Jaksa mengatakan pria berusia 41 tahun itu ditangkap pada Kamis dan akan hadir dalam sidang pengadilan pertamanya hari ini. Pengacara Qin tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Baca juga: Usai Gencatan Senjata Lebaran, Taliban Langsung Gempur Afghanistan

Aduan itu berisi bahwa pria itu, yang telah menjadi penduduk tetap sah AS sejak 2014, menjalankan beberapa perusahaan yang berbasis di China yang membawa masuk perangkat dari AS dan Eropa yang dapat digunakan pada teknologi di bawah laut.

Perusahaan itu salah satunya LinkOcean Technologies, yang memiliki klien lembaga penelitian China dan cabang perang angkatan laut China, tulis pengaduan itu. Qin merupakan presiden perusahaan.

Baik Kedutaan China di Washington DC serta Kementerian Pertahanan China tidak membalas permintaan untuk berkomentar. Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan tidak mengetahui situasi yang tengah terjadi.

Seorang karyawan LinkOcean, yang menolak untuk diidentifikasi, mengatakan tidak ada manajer senior yang hadir di kantor untuk menjawab panggilan dari media.

Baca juga: AS Godok UU Larangan Pengiriman Jet F-35, Turki Siap-siap Kecewa

Jaksa mengatakan bahwa sejak 2015 hingga 2016, Qin mengekspor 78 hydrophones, perangkat yang dapat digunakan untuk memantau suara di bawah air, ke Northwestern Polytechnical University (NWPU), sebuah lembaga penelitian militer China.

Jaksa mengatakan bahwa karena risiko keamanan nasional, Departemen Perdagangan AS memerlukan lisensi ekspor yang akan diperoleh untuk mengirimkan barang AS ke NWPU, yang bekerja dengan militer China untuk meningkatkan kemampuan militernya.

Jaksa mengatakan bahwa Qin berusaha menyelundupkan perangkat secara ilegal ke China dan menyembunyikan AS bahwa NWPU adalah entitas yang akan menerima produk tersebut.

Panggilan ke departemen yang bertanggung jawab atas urusan eksternal di NWPU pun tidak dijawab. Pada 2014, Qin juga secara salah mengklaim dalam permohonan visanya bahwa dia tidak bermaksud memasuki AS untuk melakukan pelanggaran ekspor dan kemudian memohon menjadi penduduk tetap, yang sah, yang kemudian dengan bohong mengatakan bahwa dia tidak melakukan kejahatan, kata jaksa.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More