Forgot Password Register

Headlines

Selundupkan Ratusan WN Sri Lanka, Tiga WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi) Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Tiga orang warga negara Indonesia (WNI) terlibat dalam sindikat penyelundupan warga negara Sri Lanka ke Malaysia. Para pelaku terlibat dalam penyelundupan ratusan orang Sri Lanka.

"16 orang sudah ditahan terkait penyelundupan tersebut yakni empat warga Sri Lanka, tiga warga Indonesia dan sembilan warga Malaysia," ujar Kepala Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Jendral Tan Sri Dato' Sri Mohamad Fuzi Bin Harun di Kuala Lumpur, Minggu, 6 Mei 2018.

Baca juga: Perkuat Hubungan Kemitraan, PM China Jumpa Jokowi-Kalla

Dalam pengungkapan kasus itu, PDRM bekerjasama dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Negara (APMN) dan Jabatan Peguam (Pengacara) Negara telah melancarkan operasi "OP Kenal Aplha 2/2018" dan berhasil melumpuhkan sekelompok sindikat penyelundupan manusia.

"Mereka menggunakan jalur maritim di Kawasan Perairan Tanjung Gemuk Sedili Kota Tinggi Johor," katanya.

Fuzi menambahkan, pihaknya juga berhasil menghadang sebuah kapal tangki bertuliskan "Etra" yang bergerak keluar menuju perairan internasional.

"Turut ditahan sebuah bot nelayan milik warga setempat kelas A dengan nomor pendaftaran KTF 6102 yang digunakan untuk mengangkut migran dari darat ke kapal Etra," katanya.

Baca juga: Pastikan Kualitas Kereta Cepat Jakarta-Bandung, China Cek TKP

Dari pemeriksaan di atas kapal itu, ujar Fuzi, didapati sebanyak 131 orang warga negara Sri Lanka yang terdiri 98 laki-laki, 23 perempuan dewasa, empat anak-anak laki-laki dan lima anak-anak perempuan.

"Tiga laki-laki dewasa warga Indonesia dan empat warga setempat ditemui di atas bot nelayan tersebut," katanya.

Turut ditangkap empat warga setempat di sekitar Johor Bahru, Johor dan di Bukit Mertajam, Pulau Pinang yang terlibat dalam pengurusan penyelundupan migran.

"127 warga Sri Lanka yang ditangkap dituduh dibawah pasal 5 ayat 2 Akta Imigrasi 1959/63 karena masuk dan keluar melalui jalan tidak sah," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More