Forgot Password Register

Semangat Ratusan Siswa di Cianjur, Menantang Maut Demi Sekolah

Semangat Ratusan Siswa di Cianjur, Menantang Maut Demi Sekolah Siswa menyeberangi sungai Ciberang di desa Sangiangtanjung, Lebak, Banten (Foto: Antara/Asep Fathulrahman)

Pantau.com - Ratusan siswa dari tiga kampung di Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, menantang maut untuk sampai ke sekolah karena harus menyebarang sungai berarus deras.

Bahkan tidak jarang ratusan siswa tersebut terpaksa harus menginap di sekolah karena arus sungai meluap dan dapat membahayakan orang yang menyeberang. Pasalnya hingga saat ini tidak ada jembatan yang dapat dilalui untuk menyeberang dengan aman.

Tokoh masyarakat Desa Kubang, Didin pada wartawan Senin (11/2/2019) mengatakan, tidak adanya jembatan penyeberangan, membuat aktifitas warga setempat harus melawan arus sungai untuk sampai ke seberang dari sejumlah kampung terutama anak sekolah.

Baca juga: Edarkan Ribuan Butir Pil Ekstasi, Seorang Mahasiwa di Riau Diciduk Polisi

"Setiap hari seratus orang lebih anak sekolah terpaksa melintas sungai untuk sampai ke sekolah di SDN Batuwates di Desa Cibanteng karena hanya sekolah tersebut yang paling dekat," katanya.

Selama ini, warga telah berkali-kali mengajukan permohonan untuk dibangunkan jembatan agar memudahkan warga dari tiga kampung Batuhalang, Batupeti, dan Sarongge, untuk beraktifitas terutama anak sekolah.

Namun sejak puluhan tahun, hingga saat ini, impian tersebut tidak kunjung terwujud, bahkan ungkap dia, belum pernah ada aparatur pemerintahan yang datang ke wilayah terujung Cianjur yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor itu.

Baca juga: Diterjang Banjir Besar, Bupati Gowa Liburkan Seluruh Sekolah

"Harapan kami jembatan dapat dibangun agar kami tenang ketika melepas anak untuk pergi dan pulang sekolah. Kalau musim hujan seperti sekarang ini, tidak jarang anak-anak menginap di sekolah karena arus deras berbahaya dilewati," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini warga di tiga kampung tersebut masih kesulitan mendapatkan air bersih dan fasilitas umum yang layak seperti MCK. Selama ini hanya satu MCK dipakai puluhan kepala keluarga di satu kampung.

"Jangan tanya kalau infrastruktur, untuk sampai ke kampung kami, belum bisa mengunakan kendaraan roda empat, sehingga warga kesulitan untuk menjual hasil taninya ke kota. Harapan kami Bupati Cianjur, berkunjung ke kampung kami," katanya

Share :
Komentar :

Terkait

Read More