Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Sempat di Puncak, Penjualan Smartphone China Akhirnya Loyo Juga

Sempat di Puncak, Penjualan Smartphone China Akhirnya Loyo Juga Smartphone Xiaomi (Foto: Instagram/Xiaomi)

Pantau.com - China mengirim 14,51 juta ponsel pada Februari, mewakili penurunan 19,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut data yang diterbitkan oleh Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China pada Selasa (13/3/2019).

Bulan lalu pengiriman telepon 4G turun 20,2 persen tahun ke tahun menjadi 13,98 juta, merupakan 96,4 persen dari semua pengiriman telepon seluler di negara ini. Sementara pengiriman smartphone turun 20,1 persen menjadi 13,99 juta, 90,9 persen di antaranya adalah Android.

Baca juga: Sering Dianggap Bangkrut, Segini Ternyata Uang BUMN Indonesia

Ponsel China, dengan 13,11 juta unit, menyumbang 90,3 persen dari total pengiriman Februari, turun 14,7 persen tahun-ke-tahun.

Dilansir China Daily, Februari adalah bulan yang tidak masuk akal untuk industri telepon, menurut outlet berita China Jiemian. Dimana pada bulan Februari 2017 dan 2018, masing-masing 29,56 juta dan 18,12 juta unit dikirimkan angka bulanan terendah kedua tahun.

"Pembeli potensial Februari ini mungkin sedang menunggu ponsel dengan teknologi baru seperti 5G dan layar lipat, berkontribusi terhadap penurunan penjualan," kata Jiemian.

Baca juga: Ritel di Mall Tutup, Mendag: Orang Tak Mau Lagi Buka-buka Rak

Pada 2019, smartphone 5G diperkirakan akan mencapai 5 juta unit dalam penjualan, kata Jiemian, mengutip perusahaan riset teknologi TrendForce.

Merek telepon domestik telah memberlakukan serangkaian langkah, termasuk meningkatkan investasi teknologi, mendirikan anak perusahaan, mengembangkan produk baru dan memperluas ke pasar luar negeri baru untuk mengatasi pasar yang menyusut.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: