Forgot Password Register

Sempat Lesu, Pengusaha Yakin Momen Lebaran Dongrak Usaha Ritel

Diskusi Apa Siasat Peritel Untuk Bisa Survive (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika) Diskusi Apa Siasat Peritel Untuk Bisa Survive (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diyakini menjadi momentum pertumbuhan industri ritel. Terutama pasca pertumbuhan kuartal I 2018 lalu yang minus 1 persen. 

Executive Director Nielsen Company Indonesia, Yongky Susilo menyakini momentum ini dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan meski sedang menghadapi tantangan depresiasi rupiah.

"For sure. Saya yakin ya, momentum udah ada. Angin udah ada, tinggal mainkan gelombang aja. Challenge gede soal dolar tapi saya yakin menengah ke atas uangnya ada. Kalau agresif ditawarin produk pasti laku. Jangan pasif," ujarnya saat ditemui usai menggelar diskusi di Hotel Ibis Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018).

Baca juga: Sering Salah Kaprah, Deretan Produk Ini Asli Indonesia

Ia memprediksi kenaikkannya bisa mencapai 5 persen dalam momentum puasa dan lebaran. Sehingga ia meyakini pertumbuhan bisa mencapai double digit.

"(Pertumbuhan) 5 persen lebaran doang termasuk puasa, karena bulan puasa ini belanja. Lebaran puasa ini 5 persen," katanya.

"Karena tahun lalu base-nya kecil, saya yakin tahun ini bisa double digit. paling tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, 15-20 persen. Hari ini diumumkan THR Rp36 triliun diturunkan oleh pemerintah, ini mendorong," imbuhnya.

Baca juga: Terkuak! Ini Alasan Produk China Murah

Namun ia menambahkan, ada faktor lain yang juga membantu mendongkrak pertumbuhan ritel. Yakni bergulirnya dana Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini akan turut mengerek pertumbuhan industri ritel.

"Prinsipnya fundamental, bukan soal lebaran. Prinsipnya PKH ini mulai bergulir, apalagi ya, bisnis impor sudah mulai masuk jadi orag mulai dagang. Ada trickle down effect. Mei lebih bagus dari April, Juni sudah peak season," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More