Pantau Flash
New York Mulai Larang Penjualan Rokok Elektrik Bercita Rasa
UU Pemasyarakatan Beres, Napi Koruptor Bisa Mudah Bebas Bersyarat
Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan dari Timika ke Ilaga
Hafiz/Gloria Terhenti di Babak Pertama China Open 2019
KTM: Posisi Johann Zarco Digantikan Mika Kallio hingga Akhir Musim

Seorang Pendaki Gunung Kerinci Tewas karena Dehidrasi

Headline
Seorang Pendaki Gunung Kerinci Tewas karena Dehidrasi Ilustrasi korban tewas (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Seorang pendaki Gunung Kerinci asal Sumatera Utara, Iglesias Sinaga meninggal dunia saat sampai di R10 setelah sempat kritis di shelter tiga dengan ketinggian sekitar 3.250 mdpl.

"Korban sampai di R10 pada Senin pukul 23.45 Wib dan setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis ternyata ia sudah meninggal diduga karena dehidrasi dan asam lambung," kata petugas R10 Kersik Tuo pendakian Gunung Kerinci Evaraizal Mirza, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: 5 Gunung Berapi Paling Aktif di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Berdasarkan informasi kawan-kawannya, korban menderita asam lambung dan diduga juga mengalami dehidrasi saat sampai shelter tiga dan yang berhak menentukan ia meninggal hanya tim medis.

Dia mengatakan, saat ini jenazah korban masih di Rumah Sakit Umum Kerinci dan sedang dipersiapkan untuk diserahkan kepada keluarganya dari Pematang Siantar.

"Kami masih menunggu keluarga korban untuk diserahkan kepada keluarganya," ujarnya.

Sedangkan dua pendaki lagi yang dievakuasi oleh petugas selamat dan sudah dijemput keluarganya.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumbar Yunaidi mengatakan para pendaki yang mengalami kritis di Gunung Kerinci naik pada 15 Agustus dari R10 dan direncanakan turun pada 17 Agustus.

"Satu orang ini kemarin memang kritis dan semalam baru sampai di R10 Kersik Tuo dan dipastikan oleh tim medis sudah meninggal," katanya.

Baca juga: Puluhan Pendaki Berada di Gunung Kerinci saat Erupsi Terjadi

Saat mendaki katanya, korban ini memiliki surat keterangan sehat oleh dokter dan kemungkinan ia kelelahan atau pengaruh cuaca di gunung.

Sementara pendaki lain, Anggini Putri Anaki (22), warga Pariaman Utara yang naik pada 15 Agustus 2019  saat melakukan pendakian fisiknya juga menurun dan sempat tidak sadarkan diri, namun sekarang sudah dijemput keluarganya dengan selamat.

Demikian juga Dewi FL Sinambela, setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas juga berhasil diselamatkan.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: