Forgot Password Register

Sepakat dengan Gerindra, PKS Dukung Pembentukan Pansus Angket TKA

Sepakat dengan Gerindra, PKS Dukung Pembentukan Pansus Angket TKA Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (Foto: Instagram / Jazuli.Juwaini)

Pantau.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyatakan bahwa F-PKS mendukung pembentukan Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Pansus ini untuk menginvestigasi kebenaran dan memanggil pihak-pihak mengenai kabar banyak TKA "unskill" dan melanggar hukum di Indonesia.

"Jangan sampai isu ini bergulir tanpa kepastian, sehingga kami setuju dengan sikap Fraksi Gerindra untuk pembentukan Pansus TKA dan hari ini saya akan tanda tangan dukungan," kata Jazuli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Jazuli mengatakan, sebenarnya F-PKS DPR RI dalam Rapat Pleno internal pada pekan lalu sepakat membentuk Tim Gabungan yang terdiri dari Kelompok Fraksi (Poksi) IX, Poksi VI, Poksi III, dan Poksi II untuk menginvestigasi dan mengkaji informasi terkait TKA.

Baca juga: KSPSI Dukung Penuh Perpres Tenaga Kerja Asing

Karena itu, dia menilai rencana pembentukan Pansus TKA sejalan dengan semangat F-PKS untuk menginvestigasi permasalahan TKA, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait persoalan tersebut.

"Sesungguhnya informasi terkait TKA itu seperti apa, apakah hanya isu dan di lapangan tidak ada? Karena itu pembentukan Pansus pas untuk investigasi untuk memanggil berbagai pihak. Dan kalau isu itu tidak benar, maka pemerintah diuntungkan," ujarnya.

Menurut Jazuli, masyarakat dan pemerintah harus memahami bahwa pembentukan Pansus merupakan kewajiban dan hak parlemen sebagai langkah pengawasan pada kebijakan Pemerintah.

Jazuli mengingatkan, Pemerintah harus punya prioritas dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, sehingga jangan sampai kebijakannya dikendalikan pihak asing.

"Rakyat masih banyak yang tidak bekerja, kelaparan dan kesusahan, namun orang asing malah diberikan kemudahan. Pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan harus mengurangi kemiskinan dan pengangguran," ujarnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More