Forgot Password Register

Headlines

Seperti Gelembung, Usaha di Pasar Santa Akhirnya Menguap

Seperti Gelembung, Usaha di Pasar Santa Akhirnya Menguap Kondisi ruko di Pasar Santa. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Akhir Tahun 2014 hingga pertengahan 2015 Pasar Santa ini seolah masuk ke dalam salah satu daftar wajib tempat nongkrong anak-anak muda Jakarta. Mulai dari komunitas, hingga anak-anak muda yang sembarang datang turut meramaikan Pasar Santa.

Pejabat negara berdatangan, mulai dari  Menteri Pembangunan Perencanaan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro yang dulu masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Rachmat Gobel hingga Menteri UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

1.151 kios di Pasar Santa ludes terjual, digawangi oleh anak-anak muda. Pembelinya bukan hanya kalangan masyarakat biasa, artis Rianty Cartwright bahkan dikabarkan juga memiliki kios di tempat nongkrong anak muda yang hits pada zamannya ini.

Namun semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin berhembus. Permasalahan mulai berdatangan, harga sewa kios melambung tinggi, harga jual? jangan ditanya, untuk memenuhi pembayaran sewa, para pemilik kios harus menaikkan harga menjadi lebih tinggi.

Baca juga: Ngeluh Gaji Kecil? Cek Upah Pekerja di Negara Ini

Ternyata permasalahan tak sampai disitu, Fajar (31) mengungkapkan saat menjadi pengunjung pada tahun 2015 silam parkir di Pasar Santa cukup sulit.

Akhirnya biaya parkir turut melambung tinggi, begitupun harga makanan yang dijual di food court, lantai dua, Pasar Santa. Pengusaha harus meningkatkan biaya operasionalnya dengan menaikkan harga jual.

"Dulu sekali parkir mobil sampai Rp20.000, saat datang bayar kalau pas pulang yang jaga parkirnya sudah ganti ya harus bayar lagi, belum lagi makanan dulu tahun 2015 rata-rata Rp50.000 dulu KFC saja masih Rp30.000, akhirnya mendingan ke KFC atau ke mall sekalian lah," kata pria yang kini menjadi pemilik CoffeeShop di Pasar Santa.

Pasar Santa mengalami bubble economic, harga jualnya tak lagi berada dalam fundamentalnya. Harganya sudah terlalu jauh dari harga yang wajar. Satu kios bisa dijual dengan harga Rp350 juta.

Belum lagi pembangunan flyover yang tak jauh dari Pasar Santa membuat lalu lintas menuju tempat ini macet tak karuan dan tempat yang mulai terasa penuh, tak diimbangi oleh pemenuhan fasilitas. Akhirnya, membuat kepadatan yang membuat suasana menjadi panas membuat pengunjung kapok kembali lagi. Tahun 2015, belum genap setahun, Pasar Santa 'mati suri'.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More