Pantau Flash
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh di 2020
Ma'ruf Amin Minta Menag Sempurnakan Lagi PMA Majelis Taklim
5 Klub Perebutkan 2 Tiket Sisa ke 16 Besar Liga Champions
Patung Bung Karno Diresmikan di Stasiun Blitar
Hati-hati! KM 40-86 Tol Cipali Rawan Kecelakaan

Seret Anak Kandung dengan Posisi Kepala di Tanah, Ibu Ini Dicokok Polisi

Seret Anak Kandung dengan Posisi Kepala di Tanah, Ibu Ini Dicokok Polisi Kapolsek Ulee Lheue, Banda Aceh, AKP Ismail (dua dari kiri) memberikan keterangan terkait kasus ibu diduga menyeret anak kandungnya belasan meter di Polsek Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (2/12/2019). Antara Aceh/HO

Pantau.com - Polsek Ulee Lheue, Polresta Banda Aceh, menahan seorang ibu yang diduga menyeret anak kandungnya belasan meter di halaman rumah mereka. Diketahui sang anak baru berusia lima tahun.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Ulee Lheue AKP Ismail mengungkapkan, si ibu berinisial NI (32) saat ini mendekam di Mapolsek Ulee Lheue untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca juga: Polisi Bekuk Sindikat Pengganjal ATM yang Beraksi di Jakarta dan Depok

"NI diamankan karena diduga menganiaya dan menyeret anaknya. Perbuatan tersebut sempat direkam seseorang dan menyebar di media sosial. Sebelum ditahan, NI dijemput personel di rumahnya," kata AKP Ismail di Banda Aceh, Senin, 2 Desember 2019.

Kapolsek menyebutkan NI, warga Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Wanita tersebut mengaku menyeret anaknya dengan memegang kaki dan kepala menyentuh tanah.

Perbuatan tersebut dilakukannya pada Jumat (29/11/2019) sekira pukul 08.00 WIB. NI mengaku kesal kepada anaknya merusak tanaman cabai milik tetangganya. Akibat perbuatan tersebut, anak NI menderita luka memar di lengan kiri serta luka di paha kiri.

Pelaku dijerat Pasal 80 Ayat (1) dan Pasal 44 PKDRT jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang tentang perlindungan anak.

"Pelaku terancam lima tahun penjara dan denda Rp15 juta. Pelaku menyesali perbuatannya dan siap menerima sanksi. Selain anak yang diseret, pelaku juga memiliki anak berusia beberapa bulan," kata AKP Ismail.

Baca juga: Berkali-kali Cabuli Anak Tiri Berusia 9 Tahun, Pria Ini Dicokok Polisi

Qodrat, pekerja sosial Program Kesejahteraan Sosial Anak Dinas Sosial Aceh, mengatakan pihaknya mendampingi anak pelaku selama proses hukum berlangsung.

"Kami juga akan mendampingi korban selama proses pemulihan trauma dan rehabilitasi sosial anak. Termasuk pemenuhan nutrisi serta pengasuhan terbaik anak tetap dalam keluarga," kata Qodrat.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: