Forgot Password Register

Sering Dipandang Buruk, Buzzer Politik Juga Bisa Positif Jika di Jalur yang Tepat

Sering Dipandang Buruk, Buzzer Politik Juga Bisa Positif Jika di Jalur yang Tepat Diskusi publik buzzer politik (Foto: Pantau.com/Rizky Aditya)

Pantau.com - Pegiat sosial media yang juga pendiri Ruang Sandi, Dimas Akbar mengatakan buzzer memiliki peranan penting di sosial media jelang kontestasi Pilpres 2019. Menurut Dimas, meski sering dipandang negatif, namun buzzer juga bisa menjadi positif selama berada di jalur yang tepat. 

"Jadi buzzer adalah pekerjaan yang sah-sah saja. Salah satu alasan saya dirikan Ruang Sandi, bahwa ada pemilih muda 175 juta potensi memilih. Makanya Ruang Sandi basic-nya anak muda. Bang Sandi (Sandiaga Uno) juga kami arahkan untuk breaking challenge, artinya kami ingin kampanye positif dan bikin konten yang sejuk," kata Dimas dalam acara Diskusi Publik bertema "Buzzer Politik di Media Sosial, Efektifkah?" yang diselenggarakan Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Kata TKN Jokowi-Ma'ruf Soal Pernyataan Prabowo, Sebut Ada Elite Khianati Bangsa

Ia menambahkan, soal tagar #2019GantiPresiden pun pihaknya sering diminta untuk 'memainkan' isu tersebut. Namun Dimas menolaknya karena ia beralasan hal itu bukan segmentasinya. Ia lebih mengedepankan kreativitas untuk menggaet swing voters.

"Pak Jokowi pilih Kyai Ma'ruf, teman-teman saya di grassroot (akar rumput) sampai galau, makanya kami sentuh mereka dengan kampanye-kampanye anak muda. Keyboard warrior kita mulai pendaftaran sudah masuk 2.500 pendaftar Sigil-Ambon saja," katanya.

Baca juga: Cawapres Sandiaga Uno Temui Sultan HB X di Yogyakarta, Bahas Apa?

"Kita petakan di grup WhatsApp biar termonitor. Kita sebagai pendukung Pak Prabowo tidak suka ada yang hina-hina Pak Jokowi dalam konteks fisik. Makanya kita larang mereka bikin konten struggle dan akun anonim," sambungnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More