Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Serius Jokowi akan Buat Menteri Ekspor? Bappenas: Tinggal Tunggu Waktu

Headline
Serius Jokowi akan Buat Menteri Ekspor? Bappenas: Tinggal Tunggu Waktu Presiden Joko Widodo (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Pantau.com - Presiden RI Joko Widodo berniat membuat Kementerian khusus yang menangani Investasi dan Ekspor. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro menilai hal tersebut karena pertumbuhan investasi dan ekspor yang dinilai lemah. 

"Itu intinya beliau concern dengan pertumbuhan ekonomi kita yang agak susah lebih cepat, jadi disekitar 5,1-5,2 persen dan ketika dibicarakan ternyata penyebabnya adalah pertumbuhan ekspor yang relatif lemah serta pertumbuhan investasi yang sebenarnya tidak jelek tapi mungkin ingin lebih cepat lagi," ujarnya saat ditemui usai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Sering Dianggap Bangkrut, Segini Ternyata Uang BUMN Indonesia

Sebab kata dia, baik ekspor maupun investasi sangat bergantung pada eksternal.  Untuk investasi, Indonesia selain membutuhkan Foreign Direct Investment (FDI) juga membutuhkan investasi sebagai modal.

"Karena itu beliau melihat karena ekspor dan investasi ini dua duanya adalah tergantung eksternal, karena ekspor kan tergantung demand dari negara lain. Investasi karena kita juga sangat membutuhkan FDI juga butuh kekuatan modal dari negara lain," katanya.

Baca juga: Ritel di Mall Tutup, Mendag: Orang Tak Mau Lagi Buka-buka Rak

"Jadi inginnya beliau fokus segala sesuatu yang berhubungan dengan global market itu harus ditangani oleh satu institusi yang solid," imbuhnya.

Namun kata Bambang, mengenai kemungkinan rencana ini tetap membutuhkan waktu. Pasalnya kata dia, harus memperhatikan berbagai struktur kementerian yang ada saat ini. 

"Itu tinggal menunggu waktu, kita lihat dulu tentunya harus kan diperhatikan juga struktur kementerian yang ada sekarang. Tapi intinya, dasarnya yang tadi itu supaya kita bisa benar benar merespons dengan baik dinamika global," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi