Forgot Password Register

Setelah Gerakan Pemuda, Kini Giliran Oposisi Malaysia Salahkan PBB Soal ICERD

Setelah Gerakan Pemuda, Kini Giliran Oposisi Malaysia Salahkan PBB Soal ICERD Bendera Malaysia. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Kelompok oposisi di Malaysia terus menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah meratifikasi Konvensi Internasional Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras (ICERD).

"Pemerintah Pakatan Harapan sedang merencanakan untuk meratifikasi ICERD akibatnya beberapa klausul di dalam konstitusi yang menjaga hak kepentingan Melayu dan Islam bakal dihapus," ujar Ketua Pemantau Malaysia, Datuk Lokman Adam di Kuala Lumpur, Selasa (13/11/2018).

Baca juga: Pergerakan Pemuda Malaysia Tuding PBB Salah Kaprah Soal ICERD

Lokman mengatakan untuk melakukan penolakan sejumlah gabungan organisasi dari PAS, UMNO, ISMA, GAMIS, GPMS, PPMS dan beberapa LSM Islam akan melakukan unjuk rasa di sejumlah tempat, Sabtu (17 November 2018) mendatang.

"Unjuk rasa menolak ICERD ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran tentang ancaman kepada umat Islam akibat ratifikasi ICERD tersebut. Saya menyeru kepada semua umat Islam untuk hadir beramai-ramai," katanya.

Baca juga: Tutup Mata Atas Kekerasan Militer di Myanmar, Penghargaan HAM Suu Kyi Resmi Dicabut

Aksi yang diberi nama Program Himpunan Perpaduan Ummah akan menghadirkan Presiden UMNO, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi dan Presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi Awang.

"UMNO (United Malay National Organization) dan PAS (Partai Islam se-Malaysia) secara mufakat jelas menolak ratifikasi ICERD di samping mempertahankan agama, bangsa dan negara berdasarkan Konstitusi Federal," katanya.

Sementara itu Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dr Wan Azizah Wan Ismail dalam pernyataannya beberapa waktu lalu menyatakan pemerintah belum mengagendakan pembahasan ICERD.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More