Pantau Flash
Amnesti Internasional Sebut Facebook Dan Google Ancam HAM Sedunia
Erick Thohir Resmi Tetapkan Ahok dan Chandra Hamzah sebagai Pimpinan BUMN
Juan Cuadrado Perpanjang Kontrak Bersama Juventus hingga 2022
Terduga Pembobol Bank DKI Bertambah Jadi 41 Orang
Resmi! Bamsoet Nyatakan Maju Tantang Airlangga di Munas Golkar

Setelah Presiden World Bank, Kali Ini Presiden ADB Mengundurkan Diri

Headline
Setelah Presiden World Bank, Kali Ini Presiden ADB Mengundurkan Diri Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Nakao (Foto: AFP)

Pantau.com - Jika sebelumnya, dunia perbankan di kagetkan dengan pengunduran diri presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, kali ini kabar mengagetkan datang dari Takehiko Nakao pada Selasa. Ia resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden Bank Pembangunan Asia (ADB), efektif 16 Januari 2020, bank yang berbasis di Manila itu mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Saya mengumumkan pengunduran diri saya dengan rasa kepuasan dan terima kasih yang mendalam. Dengan dukungan dari staf, anggota Dewan, dan anggota pemerintah, kami telah mencapai banyak hal," kata Nakao dalam sambutannya kepada staf bank dan anggota Dewan.

Baca juga: Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Nakao, seorang warga Jepang yang menjabat sebagai presiden bank pada 28 April 2013, tidak menyatakan alasan pengunduran dirinya.

"Meskipun masa jabatan saya tetap ketika saya terpilih kembali pada 24 November 2016 untuk masa jabatan 5 tahun, saya merasa ini adalah saat yang tepat untuk meminta seseorang dengan ide-ide segar dan komitmen kuat untuk pengembangan menggantikan saya. Saya mengumumkan pengunduran diri saya sekarang, sehingga lembaga tersebut dapat memiliki transisi kepresidenan yang lancar," tambah Nakao.

Baca juga: Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga

Menurut pernyataan itu, pemilihan presiden ADB yang baru akan sesuai dengan prosedur yang terbuka, transparan, dan berdasarkan prestasi.

Didirikan pada 1966, Bank Pembangunan Asia dimiliki oleh 68 anggota dan 49 anggota berasal dari wilayah Asia-Pasifik.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: