Forgot Password Register

Headlines

Setya Novanto Menangis Saat Membacakan Pleidoi, Ini Penyebabnya

Setya Novanto Menangis Saat Membacakan Pleidoi, Ini Penyebabnya Setya Novanto membacakan pleidoi (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti)

Pantau.com - Suasana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, mendadak haru saat Setya Novanto membacakan nota pembelaan atau pleidoi di hadapan Majelis Hakim. Novanto tak kuasa menahan air matanya saat membacakan permintaan maaf dan menyebut nama istrinya Deisti Astriani Tagor. 

Tiba-tiba ia terisak, lalu meminta maaf kepada kepada anak-anaknya.

"Pada istri saya Deisti Astriani dan anak-anak saya Reza Herwindo, Gabriel Putranto, Dwina Michaela, Giovanno Farrell, sungguh teramat berat cobaan yang harus dihadapi," kata Setya Novanto sambil terbata-bata, Jumat (13/4/2018).

Baca juga: Bacakan Nota Pembelaan, Setya Novanto Minta Maaf

Novanto kemudian meminta dan mengingatkan anak-anaknya untuk tabah dan bersabar menghadapi berbagai hinaan serta cemoohan orang lain akibat kasus yang membelitnya.

"Kita adalah keluarga yang kuat, kita adalah insan pilihan Allah SWT, sungguh pertolongan Allah SWT akan sangat dekat, sungguh Allah SWT bersama kita," ujarnya masih dengan terisak.

Mendengar pengakuan sang suami, dari bangku pengunjung Deisti juga ikut menangis dan bercucuran air mata, seketika itu pula suasana haru meliputi ruang persidangan.

Deisti Astriani Tagor terisak (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Karena sesenggukan, Novanto akhirnya diberi waktu untuk minum dan diberi tisu untuk membasuh air mata.

Baca juga: Setya Novanto Siapkan Pembelaan Secara Pribadi

Dalam permohonannya, Novanto juga berharap kepada hakim dapat memberikan hukuman yang seadil-adilnya, bahkan ia juga ikut mengungkit bagaimana anak bungsunya Giovanno yang masih membutuhkan sosok seorang ayah. Giovanno masih menginjak bangku SMP.

"Khususnya Giovanno Farrell yang masih membutuhkan figur seorang ayah," imbuh mantan Ketua DPR-RI itu.

Sementara itu, pembelaan Novanto merupakan sesi terakhir persidangan sebelum nantinya hakim membacakan putusan hukuman kepada mantan Ketua Umum Golkar itu. Novanto didakwa melakukan intervensi dalam penganggaran proyek e-KTP. Dalam tuntutannya ia diancam 16 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More