Forgot Password Register

Sindir Keputusan AS, Jerman: Program Nuklir Iran Membahayakan Eropa

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. (Foto: Reuters/Marcos Brindicci) Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. (Foto: Reuters/Marcos Brindicci)

Pantau.com - Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan, pembatalan terhadap perjanjian ini akan membuat Iran kembali menjalankan program nuklir Iran yang sangat membahayakan bagi keamanan Eropa setelah menemui Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton.

"Eropa masih satu sikap mengenai perjanjian nuklir dengan Iran dan sikap itu tidak akan berubah. Kami tidak ingin ada perlombaan senjata nuklir di kawasan tetangga kami," kata Maas, Rabu (23 Mei 2018) waktu setempat.

Baca juga: AS Dinilai 'Kehilangan' Mental Usai Cabut dari Kesepakatan Nuklir Iran

Ia menyatakan masih satu suara dengan negara sekutu Eropa dalam mendukung kesepakatan nuklir dengan Iran karena mengkhawatirkan munculnya perlombaan senjata nuklir.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik diri dari perjanjian tersebut pada awal bulan ini dan menolak imbauan dari sekutu mereka di Eropa, yang menilai kesepakatan nuklir telah berhasil membatasi kemampuan Iran mengembangkan senjata atom.

Maas, yang rencananya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, menggambarkan pembicaraanya dengan Bolton sebagai perjumpaan yang jujur dan konstruktif.

Baca juga: Pertemuan Bersejarah Trump-Kim Masih Samar, China Berikan Suara

Ia menambahkan, negara-negara Eropa, sebagaimana Amerika Serikat, juga khawatir terhadap pengembangan senjata rudal di Iran dan agresivitas negara itu di Timur Tengah. Namun persoalan itu harus dibahas tanpa harus merusak kesepakatan nuklir, kata Maas.

Sebelumnya pada Senin, Pompeo mengancam akan memberlakukan "sejumlah sanksi paling berat" terhadap Iran jika Teheran tidak mengurangi aktivitas mereka di kawasan. Pompeo menuding Teheran telah mempersenjatai kelompok-kelompok di Suriah, Lebanon, dan Yaman.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More