Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis Ditangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua

Singapura-Malaysia Sepakat Tangguhkan Proyek Kereta Antar Negara

Singapura-Malaysia Sepakat Tangguhkan Proyek Kereta Antar Negara Bendera Malaysia. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Negara bertetangga Singapura dan Malaysia telah sepakat untuk menangguhkan pembangunan proyek kereta bernilai USD1 miliar yang akan menghubungkan negara kota itu dengan Negara Bagian Johor di Malaysia, menurut kedua menteri perhubungan pada Selasa, 21 Mei 2019.

Penangguhan itu menandai penundaan proyek lainnya sejak pemerintahan Malaysia yang baru berkuasa tahun lalu berjanji memperketat keuangan dan meninjau kembali kesepakatan-kesepakatan besar.

Baca juga: Remaja Malaysia Bunuh Diri Usai Buat Polling Hidup/Mati di Instagram

Proyek kereta itu ditangguhkan hingga 30 September dan Malaysia akan membayar kompensasi kepada Singapura untuk biaya-biaya yang telah dikeluarkan.

"Jika pada 30 September 2019, Malaysia tidak meneruskan proyek jalur sistem kereta cepat (RTS) ini, Malaysia juga setuju untuk menanggung biaya-biaya yang telah ditanggung Singapura," kata Khaw Boon Wan dan Anthony Loke dalam konferensi pers bersama. Proyek tersebut ditaksir bernilai sekitar USD1 miliar.

Ribuan orang Malaysia melakukan perjalanan ulang-alik ke Singapura untuk bekerja dan sekolah. Sistem transportasi yang diharapkan selesai pada 2026, dirancang untuk mengangkut 10.000 penumpang per jam untuk masing-masing jurusan, 30 kali lebih banyak dibandingkan dengan kereta saat ini.

Baca juga: Bagaimana Boeing Mengirim Peringatan ke Malaysia Airlines Pasca MH370

"Ini bukan berarti kami mengakhiri proyek," kata Loke kepada wartawan.

"Kami hanya ingin mengevaluasi agar proyek dapat dikerjakan dengan lebih efektif," tambahnya.

Negara bertetangga itu tahun lalu juga menangguhkan proyek kereta cepat yang menghubungkan Singapura dengan ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, yang oleh para pengamat diperkirakan memakan biaya USD1,7 miliar.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: