Pantau Flash
Firli Bahuri: Pencegahan Korupsi Tak Bisa Dilakukan KPK Sendiri
Ismed Sofyan Terbang ke Spanyol Perdalam Ilmu Kepelatihan
Pengamat: Omnibus Law Jadi Upaya Membangun Ekosistem Mendukung Investasi
Kawanan Monyet Serang Rumah dan Lawan Warga di Kuningan Jabar
Yasonna Laoly Minta Maaf Terkait Pidatonya Tentang Warga Tanjung Priok

Sisir Hotel di Mekah, Petugas Haji Banyak Temukan KTP Tercecer

Sisir Hotel di Mekah, Petugas Haji Banyak Temukan KTP Tercecer Dompet dengan KTP Milik Jamaah (Foto: Antara)

Pantau.com - Jamaah haji Indonesia sudah meningggal tanah suci sejak kloter tekahir pada 6 September 2019. Pasca itu petugas haji menyisir sejumlah hotel bekas dihuni jamaah Indonesia di 11 sektor di Kota Mekkah dan ditemukan banyak KTP tercecer.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid mengatakan, pihaknya melakukan penyisiran di hotel-hotel yang pernah ditempati jamaah haji Indonesia di Mekkah.

Baca Juga: Jamaah Indonesia Jangan Corat-coret Situs Bersejarah di Tanah Suci

“Kami menemukan sejumlah dokumen penting termasuk KTP anggota jamaah haji Indonesia yang tercecer di hotel-hotel yang mereka pernah tempati selama di Mekkah,” katanya di Mekkah, Jumat (13/9/2019).

Dokumen dan kartu tersebut ditemukan ada yang beserta dompetnya di sudut-sudut kamar, pojok lobi hotel, hingga di lorong-lorong hotel.

Selain KTP, Subhan menambahkan, ada dokumen penting lain milik jamaah Indonesia yang ditemukan.

“Ada juga Kartu Indonesia Sehat, kartu BPJS, dan beberapa yang lain,” katanya.

Rencananya, pihaknya akan merekap dan mengirimkan dokumen penting tersebut ke masing-masing alamat yang tertera.

“Setelah sweeping di sektor, kami menemukan beberapa KTP. Insya Allah akan kami kirimkan ke alamat masing-masing setelah tim tiba di Jakarta,” ujar Subhan.

Masa operasional haji Daerah Kerja Mekkah telah berakhir sejak Jumat, 6 September 2019 lalu. Namun, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus memantau kondisi Mekkah, termasuk jamaah haji yang masih dirawat inap di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Mekkah.

“Saat ini masih ada beberapa petugas yang tetap tinggal di Mekkah, termasuk petugas kesehatan. Kami terus memantau kondisi jamaah kita yang masih terbaring di RSAS,” ujarnya.

Baca Juga: 182 Jamaah Haji Indonesia Ditahan Otoritas Keamanan Arab Saudi

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga 10 September 2019 pukul 19.00 waktu Arab Saudi, saat ini masih terdapat 36 jamaah haji yang dirawat di RSAS Mekkah.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: