Pantau Flash
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi
Ketua MPR: UU Buatan DPR dan Pemerintah Banyak yang Salahi UUD 1945
Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibu Kota Afghanistan, 63 Orang Tewas
Pratu Sirwandi, Prajurit TNI Korban Penembakan KKSB di Papua Gugur
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014

Soal Ikrar Setia Eks DII/TII di Kemenkopolhukam, Fadli Zon Kritik Wiranto

Soal Ikrar Setia Eks DII/TII di Kemenkopolhukam, Fadli Zon Kritik Wiranto Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon melemparkan kritik terkait ikrar setia 14 eks anggota Harokah Islam Indonesia, Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan Negara Islam Indonesia (NII) di kantor Kemenkopolhukam pada Selasa kemarin.

Fadli mengungkapkan, pengambilan ikrar tersebut tidak perlu lagi dilaksanakan lantaran permasalahannya telah tuntas sejak lama. Fadli menduga pembacaan ikrar ini sengaja diadakan Wiranto selaku Menkopolhukam untuk menarik perhatian Presiden Joko Widodo agar terpilih kembali menjadi menteri.

Baca Juga: Sarjono Kartosuwiryo, Anak Pendiri DII/TII Berikrar Setia pada Pancasila

"Waduh setahu saya sudah lama (mereka) sumpah setia kepada NKRI, kok ada lagi yang baru lagi. Menurut saya enggak perlu lagi diada-adakan itu dari tahun 70-an sudah beres itu, saya sebagai orang sejarah enggak melihat ada yang baru. Jangan ini jadi proposal untuk jadi menteri lagi," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Fadli melanjutkan, dirinya saat ini tak melihat adanya ancaman dari kelompok Harokah Islam Indonesia, Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan Negara Islam Indonesia (NII). Bahkan menurut Fadli, eks anggota kelompok tersebut pernah berada di pemerintahan lantaran sudah lama tidak lagi bermasalah.

"Enggak ada lagi, DI/TII sudah selesai kalau anda lihat sejarahnya tahun 60-an sudah selesai. Kemudian ada pardon dan mereka awal-awal sudah masuk dalam bagian pemerintahan jadi lurah, camat, sudah selesai itu dan jangan diungkit-ungkit sehingga jadi pemicu perdebatan baru. Masa mereka harus cium bendera merah putih, jadi itu inisiatif Pak Wiranto menurut saya enggak perlu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan anggota Harokah Islam Indonesia, Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan Negara Islam Indonesia (NII) membacakan ikrar setia pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tinggal Ika di Gedung Kemenko Polhukam, Selasa (13/8/2019) pagi. Pembacaan ikrar tersebut dipimpin langsung oleh Menkopolhukam, Wiranto.

Baca Juga: Polri: Keberadaan Koopsus Tak Akan Kurangi Peran Densus 88 Berantas Teroris

Sebanyak 14 orang mantan anggota Harokah Islam Indonesia, DI/TII, dan NII tersebut hadir. Mereka adalah Sarjono Karyosuwiryo, Dadang Fathurrahman, Aceng Mi’rah Mujahidin, Yudi Muhammad Auliya, Yana Suryana, Deden Hasbullah, Ahmad Icang Rohiman, Mamat Rohimat, Dadang Darmawan, Eko Hery Sudibyo, Cepi Ardiyansyah, Nandang Syuhada, Deris Andrian, dan Ali Abdul Adhim.

Sarjono Kartosuwiryo selaku putra tokoh utama DI/TII-NII, Sekarmaji Marinan Kartosuwiryo, memimpin ikrar sumpah tersebut. 

"Nah oleh sebab itu, saya mengimbau kepada rekan-rekan untuk bersatu bersama membangun negara ini sebab negara ini kalau rusak bocor ya kita sendiri yang tenggelam," kata Sarjono.

"Tetapi saya menerima akibat yang buruk daripada perpecahan," ujar Sarjono.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: