Forgot Password Register

Soal Kasus Teroris, IPW Minta Polisi Tak Lagi Bohongi Publik

Polisi berjaga pasca kerusuhan Mako Brimob (Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso) Polisi berjaga pasca kerusuhan Mako Brimob (Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak aparat kepolisian membongkar siapa oknum yang jadi pelaku peyanderaan sadis lima polisi di dalam rutan cabang Salemba Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu, 9 Mei 2018.

"Polri juga harus segera mengumumkan siapa saja pelaku pembantaian sadis terhadap lima polisi di Rutan Brimob," ujar Neta dalam rilisnya yang diterima Pantau.com, Selasa (29/5/2018).

Kata Neta hal ini perlu dilakukan lantaran keluarga dan masyarakat belum mengetahui pelaku utama penganiayaan.

"Ini perlu segera dilakukan Polri untuk menghargai rasa keadilan keluarga korban, sehingga tidak terkesan kelima polisi itu mati konyol tanpa diketahui siapa yang membunuhnya," tutur Neta.

Baca juga: Aksi Terorisme Identik dengan Simbol Agama, Ini Kata Mantan Teroris

Lebih jauh Neta berharap aparat tidak lagi menipu masyarakat dengan terus mengatakan tidak ada polisi yang tewas saat menjadi tawanan 160 tahanan teroris yang bertindak rusuh di Mako Brimob.

"Tapi sore harinya Polri kemudian mengakui bahwa ada lima polisi yang tewas. Bagaimana pun sudah tidak zamannya lagi Polri menutup-nutupi kenyataan yang ada," imbuhnya.

Kebohongan itu kata Neta mempermalukan institusi kepolisian hingga melukai rasa keadilan keluarga korban yang berduka akibat kehilangan anggota keluarga tercintanya, "yang akan merasa institusi tempat mereka mengabdi ternyata tidak menghargai pengorbanan anggota keluarga nya sebagai polisi, meski mereka sudah mati dibantai teroris," katanya.

"Untuk itu Polri harus segera mengumumkan siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang membantai kelima polisi tersebut dan Polri jangan kembali melakukan kebohongan publik untuk menutup nutupi kasus ini," pungkasnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More