Forgot Password Register

Solidaritas Perempuan Dorong Pengakuan Buruh Sektor Informal

Massa buruh menuntut  SK UMSK untuk tahun 2018. (Foto: Antara/Novrian Arbi) Massa buruh menuntut SK UMSK untuk tahun 2018. (Foto: Antara/Novrian Arbi)

Pantau.com - Organisasi Solidaritas Perempuan mendorong tercapainya pengakuan atas buruh perempuan, terutama yang berada di sektor informal, sebagai pekerja yang wajib dipenuhi dan dilindungi hak-haknya, baik oleh pemerintah maupun masyarakat publik.

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan dalam rangka Hari Buruh Sedunia atau May Day 2018, Solidaritas Perempuan bersama dengan sejumlah organisasi lainnya, kembali menggaungkan beberapa tuntutan yang diharapkan dapat tercapai demi mencapai kesejahteraan buruh perempuan, termasuk pengakuan status mereka sebagai pekerja yang wajib dilindungi hak-haknya.

"Kami mengharapkan pengakuan bagi buruh perempuan, terutama untuk sektor-sektor yang selama ini dianggap informal seperti perikanan dan buruh tani," kata Nisa Yura selaku Koordinator Program Nasional dari Solidaritas Perempuan di Jakarta, Selasa (1/5/2018)

Baca juga: Ngeluh Gaji Kecil? Cek Upah Pekerja di Negara Ini

Nisa menilai, tidak adanya pengakuan bagi perempuan yang bekerja sebagai buruh dapat menyebabkan mereka untuk tidak dilibatkan dalam ruang-ruang pengambilan keputusan terkait identitasnya sebagai buruh, selain itu, hak-hak mereka sebagai seorang pekerja juga tidak terpenuhi.

"Perempuan tidak hanya mengalami ketidakadilan sebagai buruh, tetapi juga dengan identitasnya sebagai perempuan, contohnya, perempuan tani tidak dianggap sebagai petani karena hanya dianggap untuk membantu suami nya saja. Hal yang sama juga sering terjadi di berbagi sektor, termasuk perikanan," lanjut Nisa.

Baca juga: Hasil Survey: Jomblo Ternyata Lebih 'Prepare' Beli Apartemen

Padahal, katanya, penting bagi buruh perempuan untuk dapat terpenuhi hak-haknya sebagai pekerja, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental dan psikologi perempuan yang juga mengemban tanggung jawab besar dalam perannya di keluarga.

Dalam aksi unjuk rasa 'May Day 2018', Solidaritas Perempuan bergabung dengan beberapa organisasi pro pekerja perempuan lainnya, termasuk Jala PRT, Federasi Buruh Lintas Pabrik, Serikat SINDIKASI, Perempuan Mahardhika, Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT. Pancaprima EkaBrothers, PurpleCode Collective, Kalyanamitra, Emancipate, JOUDI Foundation, Aliansi Remaja Independen (ARI), LBH APIK, Institut Perempuan, Seperti Pagi Foundation, Jakarta Feminist Discussion Group (JFDG), perEMPUan, dan www.Konde.co.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More