Forgot Password Register

Headlines

Sri Mulyani Sebut Indonesia Jadi Negara Maju Tahun 2045, Asalkan...

Sri Mulyani Sebut Indonesia Jadi Negara Maju Tahun 2045, Asalkan... Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Foto: Humas Kemenkeu)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia diproyeksikan dapat menjadi negara maju pada peringatan kemerdekaan ke-100 yakni pada tahun 2045. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan saat itu Indonesia diproyeksikan memiliki penduduk 319 juta orang 73 persen tinggal di perkotaan. Tak hanya itu, usia produktif juga diperkirakan mencapai 47 persen dari populasi Indonesia.

"Size dari ekonomi kita mungkin sudah menembus 5 besar dunia, kita sudah di G20 dan ada di posisi 15. Kita sudah masuk income per kapita yang insya Allah sudah termausk tinggi," ujarnya dalam paparan dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Saat Menteri Jokowi Cerita Pembangunan Infrastruktur Indonesia Mahal

Namun kata dia target tersebut dapat dicapai dengan beberapa syarat. Pasalnya kata dia, banyak negara di dunia stuck di middle income atau penduduk berpenghasilan menengah. Hanya kurang dari 20 neagra saja yang mampu menembus dari middle ke high income country. Salah satunya yakni infrastruktur.

"Ini suatu visi yang apabila ada persyaratannya untuk bisa mencapai negara berpenghasilan tinggi. Infrastruktur adalah salah satu persyaratan. Negara yang memiliki infrastruktur baik itu punya kans untuk maju menjadi negara dengan bepenghasilan tinggi, karena dengan infra berkualitas baik maka penduduknya mampu memiliki produktiitas tinggi," ungkapnya.

Selian itu kata dia, yang harus dibenahi yakni kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya bonus demografi menjadi keuntungan namun perlu digencarkan peningkatan SDM yang berkualitas.

"Kita beruntung punya demografi yang mudah dan mayoritas usia produktif. Ini berarti dari sisi pengembagan SDM bagaimana menciptakan human capital yang berkualitas, bukan masalah masyarakat yang lebih menua dimana persoalannya lebih persoalannya biaya pemelihara kesehatan," katanya.

Baca juga: Gengs.... Indonesia Masih Butuh 80 Ribu Guru untuk 4 Bidang Ini

Kemudian yang tak kalah penting kata dia, adalah adanya birokrasi yang bersih dan kompeten. Sebab kata dia, birokrasi harus didorong mengikuti laju perkembangan zaman. 

"Untuk negara maju dibutuhkan  birokrasi yang efisien dan bersih serta kompeten. Di sinilah tempat anda semua yang ada di jajaran pemerintahan memilki tantangan. Apakah kita mampu menjadi pilar dan bergerak sebagai salah satu negara maju berpenghasilan tinggi," terangnya. 

"Negara yang masuk middle income trap itu adalah birokrasi yang menjadi penghalang bagi negaranya sendiri. Kemampuan kita untuk membuat dan menggunakan teknologi serta menata ekonomi indonesia dari sisi tata ruang terutama dari finansial sistem," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More