Forgot Password Register

Headlines

Status Tersangka Habib Rizieq Dicabut? Ini Penjelasan Istana

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Foto: Twitter/@Dr_Moeldoko) Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Foto: Twitter/@Dr_Moeldoko)

Pantau.com - Beredarnya kabar pencabutan status tersangka Habib Rizieq pasca pertemuan Presiden Jokowi dengan Persaudaraan Alumni 212, langsung diklarifikasi oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. 

"Sekali lagi harus bisa dibedakan konteksnya. Mungkin ada pertimbangan kemanusiaan. Pertimbangannya seperti apa bisa diajukan, Presiden yang membuat keputusan," kata Moeldoko di Mataram, Kamis (26/4/2018).

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut sebagai bukti bahwa Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk menjalin komunikasi yang baik.

"Presiden kan pemimpin negara. Berilah kesempatan bahwa semua itu bagian dari anak-anak bangsa," ucap dia pula.

Baca juga: Ultimatum PA 212 ke Jokowi: Jangan Coba-coba Kriminalisasi Ulama!

Moeldoko juga tidak setuju jika dalam konteks politik orang yang berbeda pandangan dikatakan sebagai lawan. Tapi dalam kontestasi politik, yang dipikirkan adalah "partner" demokrasi, bukan lawan tanding.

Presiden Jokowi, lanjut dia, juga memandang semuanya sebagai "partner" demokrasi. Maka dari itu seluruh komponen bangsa harus ditempatkan pada posisi seimbang.

"Bahwasanya politik itu dinamis, makanya kita mencari keseimbangan baru," ucapnya pula.

Hal itu, kata dia, selalu dilakukan Presiden, sehingga harapannya adalah dalam mengelola negara tidak banyak gonjang-ganjing dan tercipta ketenangan agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Dengan begitu, tujuan akhir dari pemerintah menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera bisa tercapai.

"Tapi kalau negara gonjang-ganjing terus, tentu akan mengganggu konsentrasi Presiden, yang pada akhirnya sasaran-sasaran itu menjadi tidak bisa berjalan efisien dan efektif," kata Moeldoko.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More