Forgot Password Register

Stok Gas 'Melon' Sering Lenyap, DPR: Tindak Tegas Agen Nakal

Pekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram (Foto:Antara/Galih Pradipta) Pekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram (Foto:Antara/Galih Pradipta)

Pantau.com - Legislator meminta pemerintah memberikan sanksi lebih tegas kepada agen-agen elpiji nakal guna mencegah kelangkaan elpiji khususnya tabung tiga kilogram bersubsidi di berbagai daerah pada Lebaran 2018.

Anggota Komisi VII DPR Andi Yulianis Paris mengatakan, salah satu hal yang dicemaskan adalah konsumsi elpiji akan meningkat baik selama masa Lebaran.

Untuk itu, PT Pertamina (Persero) diharapkan betul-betul mengawasi agen serta memberikan sanksi tegas kepada agen nakal seperti yang mengoplos elpiji subsidi ke nonsubsidi.

"Ini yang tidak kami inginkan. Karena kasihan rakyat yang seharusnya mendapatkan elpiji subsidi tidak mendapatkannya," katanya.

Andi juga menginginkan pemerintah benar-benar memperhatikan stok elpiji tiga kilogram agar tidak terjadi kelangkaan menjelang Lebaran atau momen penting lain.

Baca juga: INASGOC Ajukan Ekstra Anggaran Rp291 Miliar, Untuk Apa?

"Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan hal ini sebaik-baiknya agar tidak terjadi kelangkaan mendekati hari raya Idul Fitri," tambahnya.

Menurutnya, setiap tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan elpiji yangtiba-tiba menghilang dari pasaran ada atau karena distribusinya tidak tepat sasaran.

Ia berpendapat kelangkaan elpiji subsidi tersebut kerap menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat. Hal tersebut, lanjutnya, karena di tingkat penyalur pertama yaitu stasiun pengisian elpiji dinyatakan tidak kekurangan stok, begitu pula di pangkalan besar.

Namun, ucapnya, di tingkat pangkalan atau eceran ternyata ada kelangkaan.

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Sudah Cairkan Rp15,47 Triliun Dana THR

Sebelumnya, Pertamina memproyeksi kenaikan permintaan elpiji pada puncaknya terjadi pada H-7 Lebaran mencapai 27.000 metrik ton dari kondisi normal 23.124 metrik ton.

Pada 2017, kenaikan permintaan elpiji rata-rata pada Ramadhan dan Lebaran mencapai tiga persen, namun sebagai antisipasi, Pertamina menambah pasokan sebesar empat persen dari biasanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More