Pantau Flash
Korsel Kucurkan USD74 Juta Garap Sistem Antidrone Antisipasi Ulah Korut
Menteri Energi Arab Saudi Targetkan Produksi Minyak Pulih Akhir September
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga
Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September
Data: Tren Penggunaan Robot pada Industri Indonesia Naik

Sudah Tahu Perlindungan Konsumen e-Commerce Kewenangan Siapa?

Sudah Tahu Perlindungan Konsumen e-Commerce Kewenangan Siapa? Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) meminta agar Kementerian Perdagangan memperhatikan perkembangan perdagangan elektronik (electronic commerce/e-Commmerce). 

Kepala Bappenas/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro mengatakan, terutama terkait perkembangan perlindungan konsumen, khususnya soal perlindungan data pribadi. 

"Satu aspek saya tahunya di Bappenas itu diatur di Kementerian Perdagangan, yaitu perlindungan konsumen (khususnya) terhadap konsumen e-commerce mereka juga butuh perlindungan, paling enggak data pribadi ini harus banyak bicara dengan Kominfo," ujarnya pemaparan dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2019, di hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019)

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

Pasalnya kata dia, perkembangan e-Commerce di Indonesia saat ini cukup pesat. Terbukti 3 dari 4 perusahaan unicorn di Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang e-Commerce.

"Kita juga punya 4 unicorn 3 diantaranya e-commerce, Gojek on demand, kalau yang e-Commerce murni jual beli barang ritel 3 itu," terangnya.

Sebelumnya, Bambang juga mengatakan kedepannya perdagangan justru akan lebih banyak dilakukan melalui platform online bukan lagi perdagangan fisik. Menurutnya, akan lebih banyak ritel yang bertransformasi ke pemasaran online. 

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

"Kedepan justru yang namanya perdagangan ritel itu akan banyak bertransformasi melalui ecommerce, bukan perdagangan yang sifatnya fisik lagi tapi sudah menjurus ke e-Commerce," katanya. 

Sehingga kata dia, harus ada perhatian lebih dari pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan untuk platform online agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

"Karenanya kita harus beri perhatian pada e-commerce, nah dari berbagai aspek kalau keamanan siber sudah baik," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: