Forgot Password Register

Headlines

Suka Duka Jadi Seorang Porter, dari Dikencingi hingga Tip Besar

Suka Duka Jadi Seorang Porter, dari Dikencingi hingga Tip Besar Sugiono (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Menjadi seorang porter (pembawa barang) memang tidak mudah. Selain tidak diberikan gaji oleh pihak bandara atau stasiun, seorang porter juga harus merasakan pengalaman pahit saat membantu membawakan barang penumpang.

Seperti yang dialami Sugiono (54) misalnya, yang pernah merasakan terkena air kencing saat mengantar seorang penumpang yang sakit ke dalam stasiun saat hendak mudik.

"Kita pernah nganterin orang sakit umur-umur tanggung 30-an, dianter sampai dikencingin sampai ngepel (lantai stasiun)," ujar Sugiono berbagi kisahnya kepada Pantau.com di sela-sela kesibukannya sebagai porter di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Juni 2018.

Baca juga: Cerita Calon Pemudik Tongkrongi Layar Pembatalan Tiket di Stasiun Senen

Memiliki penghasilan tidak tetap, nyatanya sering kali membuat ia mendapat pandangan tidak mengenakkan dari penumpang yang mencurigainya saat menawarkan bantuan.

"Sering sih dari omongan bikin sakit hati, cuma saya enggak mau mikirin, sadar diri aja deh," katanya.

Bapak dua anak itu melanjutkan cerita awal mula menjadi seorang porter. Sugiono dulunya hanyalah seorang pedagang asongan majalah di area Stasiun Pasar Senen. Kemudian ada ajakan untuk bergabung menjadi seorang porter, diberi baju seragam agar mudah dikenali.

"Syaratnya sih gampang selain KTP, yang penting itu jujur, bersih, enggak neko-neko, lagian bisa sekalian bantu ngawasin juga kalau kalau ada copet," kata pria asal Wonosobo itu.

Baca juga: Sepekan Jelang Lebaran, Stasiun Pasar Senen Sudah Dipadati Pemudik

Untuk penghasilan, Sugiono enggan membuat target khusus. Tapi ia selalu bersyukur dengan penghasilannya yang paling besar hanya mendapat Rp100 ribu dari tip yang diberikan penumpang.

"Tapi kalau musim mudik kayak gini, alhamdulillah bisa sampai Rp100 ribu sampe Rp400 ribu sehari, kayak hari ini lumayanlah," kata Sugiono.

Mengenai jadwal kerja, pria yang sudah empat tahun jadi seorang porter itu menuturkan, ia selalu bergiliran bekerja shift bersama 180 porter lainnya yang ada di Stasiun Pasar Senen. "Seminggu pagi, seminggu malem gitu aja jadwal shiftnya," imbuhnya.

Rencananya Sugiono hanya akan bekerja hingga H-1 lebaran dan akan mudik ke kampung halamannya dengan menggunakan (bus) DAMRI menuju Wonosobo untuk berkumpul bersama istri dan kedua anaknya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More