Forgot Password Register

Suku Bunga Naik Berturut-turut, OJK: Ini Sudah Pernah Terjadi

Bank Indonesia (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Bank Indonesia (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR) untuk menjaga stabilitas mata uang. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan kondisi ini bukan fenomena yang baru.

"Nggak apa-apa, kejadian ini kan pernah terjadi juga Mei 2013. Jadi fenomena ini yang bukan hanya sekali ini terjadi sudah berkali kali terjadi," ujarnya saat ditemui di Menara Radius Prawiro, Komplek Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).

Baca juga: 'Bye Bye' Nomor PIN, Halo... Teknologi Perbankan dengan Sidik Jari

Ia menilai kondisi akan tetap stabil selama likuiditas cukup. Lebih lanjut ia menilai industri perbankan saat ini memiliki likuiditas yang cukup sehingga tidak ada kekhawatir.

"Saya rasa kita sudah mempunyai pengalaman itu, dan biasanya memang asal likuiditas cukup. Industri kita kan likuditasnya cukup karena kredit growth kemarin akhir 2017 yang diekspektasikan sekitar 12,8 sehingga persiapan likuiditasnya cukuplah sehingga tidak akan terjadi artinya respons yang tidak diinginkan," paparnya.

Baca juga: BI Sebut Uang Berstempel Ganti Presiden Sah Digunakan

Ia menambahkan, saat ada kenaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin belum tentu terjadi kenaikkan suku bunga kredit dengan jumlah yang sama. Selain itu lanjutnya, perbankan sudah lebih efisien sehingga bisa mengurangi tekanan dampak peningkatan suku bunga.

"Belum tentu bank ini menaikan suku bunga deposito kalau memang banknya kredit growthnya tinggi dan likuiditasnya ketat. Ini (enggak) likuiditasnya sangat, jadi tekanan itu saya rasa bisa dimanage dengan baik," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More