Forgot Password Register

Suku Bunga Naik, Budaya Kredit Masih Tetap Eksis

Suku Bunga Naik, Budaya Kredit Masih Tetap Eksis Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Kenaikan suku bunga acuan BI 7-days repo rate 25 basis point menjadi 4,5 persen dinilai OJK akan berpengaruh pada bunga kredit.

Namun menurutnya hal itu tidak akan mengurangi minat masyarakat yang ingin mengajukan kredit.

"Nggak mungkin orang sudah kebelet pengen punya motor suku bunga naik dikit nggak apa-apalah merem, Apalagi yang cowok udah ganteng masa karena suku bunga naik 0,5 persen atau 1 persen menahan diri untuk ngapel," ujar Moch. Ihsanuddin, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II  saat ditemui di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Baca juga: Strategi 'Penenggelaman' Susi Ubah Peta Perikaan Global

Bila terjadi kenaikan suku bunga kredit, Ihsan menilai hal tersebut wajar karena imbas dari kenaikan dari suku bunga acuan BI. 

"Kalau ada peningkatan suku bunga (acuan) otomatis menaikan suku bunga kredit karena source of fund dari multifinance, juga dari bank," paparnya.

Menurutnya, kalaupun ada pengurangan kredit ini akan menimbulkan equilibrium baru untuk kondisi keuangan masyarakat termasuk pada industri keuangan.

"Nah, tentunya kalau suku bunga naik, debitur akan nahan diri sedikit, menurunkan permintaan, ini bisa jadi pengurangan secara permanen bisa juga ini new equilibrium," katanya.

Baca juga: Sering Salah Kaprah, Deretan Produk Ini Asli Indonesia

Oleh sebab itu, ia meminta tidak perlu ada kekhawatiran karena kenaikkan tersebut hanya sementara dan para konsumen ataupun pelaku di industri keuangan akan menyesuaikan.

"Industri multifinance sudah sangat pengalaman mengalami kenaikan suku bunga mereka," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More