Forgot Password Register

Surabaya Bhayangkara Samator Menang Telak di Laga Perdana Proliga 2019

Surabaya Bhayangkara Samator Menang Telak di Laga Perdana Proliga 2019 Pemain bola voli Proliga putra Surabaya Bhayangkara, Samator Nicolas, melakukan selebrasi. (ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho)

Pantau.com - Tim bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator (SBS) berhasil mengalahkan Palembang Bank Sumsel Babel dalam laga perdana di Gelanggang Olahraga Amongraga (GOR), Yogyakarta, Jumat 7 Desember 2018. Samator menang telak 3-0 (25-22, 25-16, 25-17) atas Bank Sumsel.

Surabaya Bhayangkara Samator memulai pertandingan dengan cukup alot, serangan terus dilayangkan oleh pemain Rendy Tamamilang, dari Bank Sumsel banyak terjadi kesalahan sendiri, dari serve yang tidak lewat dan pertahanan yang tidak rapat. Karena kesalahan-kesalahan itu membuat Surabaya Bhayangkara Samator mengambil kesempatan untuk menambah poin hingga menutup set pertama dengan skor 25-22.

Tak menunggu lama Surabaya Bhayangkara Samator mampu menundukkan set kedua dan ketiga dengan skor yang tertinggal jauh 16-25, 17-25. Bank Sumsel mencoba untuk menyerang pertahanan juara bertahan tapi tidak mampu mengembangkan permainan dan harus mengakui keunggulan lawan.

Baca Juga: Proliga 2019 Resmi Dibuka Ketum PBVSI

Pemain asal Kuba dari tim Bank Sumsel, Alfredo Zequeira Cairo, terlihat emosi karena beberapa kali smash yang dilakukan gagal mematikan lawan. Hal itu pun diakui oleh Pelatih SBS, Ibarsjah Djanu Tjahjono, bahwa memang dari lawan kurang berani dalam menyerang tapi ia mengakui bahwa ada beberapa kali poin diperoleh dari serangan lawan yang tak mampu mengembalikan bola dari anak asuhnya.

“Untuk perdana ya harus menang, karena untuk menciptakan poin diputaran pertama ini. Maksimal kita cari poin yang banyak, pertama untuk hari ini servis dari tim kami 70 persen berhasil, biarpun lawan bisa mengambil,“ ujar Ibarsjah Djanu di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat 7 Desember 2018.

Sementara untuk evaluasi, Ibarsjah meminta anak asuhnya untuk istirahat saja dan tidak perlu memaksakan diri, hanya saja tetap harus mempersiapkan untuk menghadapi lawan berikutnya.

“Kegagalan receive kita sedikit gagal karena servis sana kurang menyerang, akhirnya kita berkembang di bola pertama. Evaluasi istirahat saja untuk dulu untuk anak-anak, dan target kita bisa mengamankan dulu di final four,” tuntasnya


Share :
Komentar :

Terkait

Read More