Pantau Flash
Menteri BUMN Pangkas Deputi Kementerian Jadi 3
Marquez Persembahkan Treble Crown untuk Lorenzo
Sesmenpora: Tidak Mungkin Indonesia Juara Umum Sea Games
Parah! Oknum Satpol PP Bobol Bank DKI Sejak Mei dengan Kerugian Rp32 Miliar
Indonesia Alami 3271 Kali Bencana Alam Selama Tahun 2019

Susy Susanti Akui Tunggal Putri Masih Tertinggal Jauh

Susy Susanti Akui Tunggal Putri Masih Tertinggal Jauh Susy Susanti (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Indonesia dipastikan gagal membawa pulang trofi Piala Sudirman 2019. Pasukan Merah Putih harus terhenti di tangan Jepang pada babak semifinal dengan skor 1-3 pada pertandingan yang berlangsung di Guanxi Sports Center Gymnasium, China, Sabtu 25 Mei 2019, kemarin.

Baca juga: Greys/Apri Kalah, Indonesia Tersingkir dari Piala Sudirman 2019

Indonesia sejatinya sempat membuat asa saat ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menyumbang poin pertama. Minions sukses mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan 21-14, dan 21-18.

Sayang keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan oleh Indonesia. Gregoria Mariska Tunjung yang turun di sektor tunggal putri dipaksa menyerah oleh Akane Yamaguchi dengan 21-13, dan 21-13.

Keberhasil menyamakan kedudukan membuat Jepang semakin di atas angin. Kento Momota yang turun pada partai ketiga, mampu menyudahi perlawanan Anthony Sinisuka Ginting juga dengan dua set langsung, 21-17, dan 21-19.

Partai ganda putri yang menjadi penentuan gagal menyumbang poin bagi Indonesia. Greysia Polii/Apriyani Rahayu dipaksa mengakui keunggulan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dengan dua set langsung, 15-21, dan 17-21.

Pasca tersingkir dari ajang Piala Sudirman 2019, sejumlah evaluasi pun langsung dilakukan. Manajer Tim Indonesia Susy Susanti menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk bisa mendapatkan hasil lebih baik.

Seperti tunggal putra, kata Susy yang masih butuh konsistensi. Peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini menilai, Ginting dan Jonatan Christie masih sering tidak stabil saat bertanding di atas lapangan.

“Kita berharap supaya mereka lebih matang, lebih konsisten seperti Momota yang bisa menjaga sekali. Dia tidak pernah kalah dari yang tidak-tidak. Seorang pemain bisa dilihat matangnya dari situ. Sama seperti (Viktor) Axelsen, Chen Long, mereka kalau pun kalah sama pemain yang selevel, paling enggak, lima besar dunia,” ujar Susy.

Selain itu, Susy menambahkan, sektor tunggal putri menjadi yang paling tertinggal jauh dibandingkan lainnya. Dimana, dia mencontohkan, Gregoria yang bermain melawan Akane masih kurang dalam soal stamina.

“Gregoria itu butuh kerja keras, butuh penangangan lebih. Dia pukulannya bagus, tapi unggak bisa tahan lama sampai akhir, safe nya juga. Tunggal putri memang ketinggalan banyak dibanding sektor lain,” jelas Susy.

Baca juga: Indonesia Tersingkir di Piala Sudirman, PBSI Lakukan Evaluasi

Terakhir, Susy juga menyoroti pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Meski menduduki posisi lima dunia, Greys/Apri acapkali kesulitan jika bertemu wakil Jepang baik dalam turnamen terbuka maupun kejuaraan beregu.

“Di ganda putri, Greysia/Apriyani harus tingkatkan lagi power dan ketahanannya. Ganda putri Jepang itu kuat dan tahan, kita juga harus bisa mengimbangi mereka, kalau tidak, gimana mau mengalahkan mereka?” tambah Susy.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Reza Saputra
Category
Olahraga

Berita Terkait: