Forgot Password Register

Tak Bergeming Setelah Terima Ancaman Korut, Trump Malah Bicarakan Libya

Tak Bergeming Setelah Terima Ancaman Korut, Trump Malah Bicarakan Libya Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah akan melakukan intervensi terhadap pelucutan senjata nuklir yang menjadi perdebatan.

Sebelumnya, perkataan "Model Libya" dari penasihat keamanan AS menjadi pemicu kekesalan Korut. Namun, Trump mengatakan dirinya tidak mengejar apa yang disebut "Model Libya" dalam usaha membuat Korea Utara melakukan perlucutan senjata nuklir. 

"Dia akan ada di sana, menjalankan negaranya, dan negaranya akan sangat kaya. "Model Libya" adalah model yang jauh berbeda (dengan Korea Utara). Kami menghancurkan negara itu," kata Presiden Trump.

Baca juga: Imbas Latihan Udara Bersama AS, Korsel Terima Ultimatum Korut

"Kami tidak bisa membiarkan negara itu (Libya) memiliki nuklir. Kami tidak bisa melakukannya," katanya menambahkan.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa jika pertemuan terjadi, maka terjadilah dan jika tidak, maka Amerika Serikat akan melanjutkan ke hal berikutnya.

Sementara itu, Korea Selatan sedang berusaha untuk menjembatani kesenjangan hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara karena mereka tampaknya memiliki semacam perbedaan dalam sikap menjelang KTT yang sudah direncanakan.

Baca juga: AS Desak Korut Kirim Rudal Balistik Antar Benua Dalam Kurun Waktu 6 Bulan

Pernyataan itu muncul setelah Korea Utara mengancam akan keluar dari KTT pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada 12 Juni. Korut tidak akan hadir jika AS terus menuntut secara sepihak guna meninggalkan persenjataan nuklirnya.

Pejabat kantor kepresidenan atau Gedung Biru mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan atau Presiden Moon Jae-in bermaksud untuk lebih aktif berperan sebagai mediator di berbagai saluran antara Korea Selatan, AS, dan Korea Utara.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More