Forgot Password Register

Tak Sia-siakan, BNI Serius Kaji Pelonggaran DP Rumah

Rumah KPR (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Rumah KPR (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Kebijakan soal pelonggaran mengenai Loan to Value (LTV) atau Financing to Value (FTV) sangat menarik untuk dikaji perbankan.

"Kebijakan ini kami sambut baik, dan menarik untuk dikaji karena potensi yang ada masih cukup besar," kata Haris Agus Handoko  CEO BNI Manado di Manado, Rabu (11/7/2018).

Haris mengatakan kebijakan BI ini akan dikaji lagi dengan tim khusus di BNI.

Sebelumnya, Bank Indonesia melonggarkan syarat uang muka atau DP untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dengan demikian, perbankan bisa memberikan syarat uang muka menurut perhitungannya, bahkan kemungkinan uang muka 0 persen.

Baca juga: Kebijakan DP 0 Rupiah Diproyeksi Sumbang 0,04 Persen ke PDB

Dampak dari kebijakan tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hanya 13,46 hingga 14 persen. Ia menilai, hal tersebut lantaran adanya penyesuaian dari kebijakan pelonggaran Loan To Value (LTV).

"Jadi untuk KPR kita lihat akan meningkat sebesar itu. Sekarang posisi di Mei 12,75 persen, nah inikan ada (dengan) tidak serta merta artinya bank harus siapkan diri," ujar Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, beberapa waktu lalu.

Ia memprediksikan, pertumbuhan kredit KPR baru akan terasa pada 9 bulan mendatang atau 3 triwulan berikutnya.

"Jadi kita lihat ini akan butuh waktu, jadi menurut elastisitas pertumbhan kredit itu baru terlihat terasa di 3 triwulan berikutnya," ungkapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More