Forgot Password Register

Headlines

Tanda Tangan Digital Dinilai Aman! Tebak Berapa Harga Jasanya

Tanda Tangan Digital Dinilai Aman! Tebak Berapa Harga Jasanya Ilustrasi tandat tangan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan penggunaan tanda tangan digital yang sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan di Indonesia terutama yang sudah diatur dalam regulasi yakni Fintech Pinjaman Online atau Peer to Peer (P2P) Lending. Hal ini dilakukan sebagai upaya perbaikan kualitas industri fintech.

Tak hanya itu, tanda tangan digital juga dianggap lebih aman dibandingkan tanda tangan basah diatas kertas. Tapi sobat Pantau tahu enggak nih berapa kocek yang harus disiapkan untuk melakukan tanda tangan digital?

Baca juga: Pinjaman Online Wajib Pakai Tanda Tangan Digital, Aman Nggak Sih?

Pionir start up penyedia platform tanda tangan digital, PrivyID mematok harga tanda tangan digital untuk user perorangan 10 Dokumen Rp35.000, 25 Dokumen Rp87.000 dan 50 Dokumen Rp175.000. Namun mendapatkan gratis untuk 10 dokumen pertama. Sementara untuk user perusahaan; Rp50.000 per user dibayar oleh perusahaan. 

"Kita main kuota, misal satu dokumen itu Rp3.500 kalau dia mau tandatangan 30 dokumen lebih bisa lebih murah sehingga kita main ke (jumlah) dokumen, tapi kalau untuk enterprise korporat kita fixed end user Rp50.000 per user bebas (jumlah) dokumennya," kata Co-Founder PrivyID Guritno Adi Saputro saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Ia mencatat, sejak awal tahun perusahaan yang sudah bekerjasama mencapai 180-an perusahaan. Jumlah tersebut diprediksi meningkat mencapai 300 hingga akhir tahun 2018 ini.

"Paling banyak di B to B (Bisnis to Bisnis), 90 persen B to B, (kalau) B to C massih kurang karena kesadaran. Peningkatan pengguna 80 persen itu dari tahun lalu peningkatan pencapaiannya," ungkapnya.

Baca juga: Bermodal Tanda Tangan Digital, Start Up Ini Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun

Pelaku perorangan dinilai banyak yang merasa belum banyak teredukasi soal platform tandatangan digital ini. Padahal menurutnya, tandatangan digital ini justru memberikan kemudahan karena tidak perlu bertemu dan dinilai lebih aman.

"Kalau masyarakat mungkin belum terlalu merasakan karena mereka masih nyaman dengan kertas, mungkin karyawan-karyawan itu merasakan kemudahan sekarang tidak perlu lagi pakai kertas dan tunggu tanda tangan bos tidak perlu tunggu waktu lama," katanya. 

"Edukasinya yang sulit karena sekarang orang masih anggap tandatangan digital itu sekedar oret-oret yang ditempel ke dalam dokumen digital. Itu yang masih kami usaha edukasi, bareng Kominfo seperti apa tandatangan digital yang sah," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More