Forgot Password Register

Tangkap Terpidana Korupsi, Kajari: Wisnu Sempat Palsukan Identitas

Tangkap Terpidana Korupsi, Kajari: Wisnu Sempat Palsukan Identitas Mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014 Wisnu Wardhana (tengah) dikawal petugas menuju mobil tahanan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Jawa Timur Teguh Darmawan mengatakan terpidana Wisnu Wardhana sempat memalsukan kartu identitas KTP untuk mengelabui petugas dalam proses pelariannya selama tiga pekan terakhir.

"Terpidana sempat memalsukan KTP dalam proses pelariannya yang masuk dalam daftar pencarian orang," katanya usai melakukan eksekusi terhadap terpidana Wisnu Wardhana di Kantor Kejari Surabaya, Rabu (9/1/2019).

Ia mengemukakan, sebelum melakukan penangkapan itu, pihaknya memberikan peringatan selama tiga pekan untuk memastikan keberadaan Wisnu. Penangkapan terhadap terpidana Wisnu Wardhana dilakukan di Jalan Kenjeran tepatnya di depan gang Jalan Lebak Jaya II.

Baca juga: Dieksekusi Kejari Surabaya, Terpidana Korupsi Wisnu Wardhana Tabrak Petugas

Usai ditangkap, terpidana kemudian digiring ke Kantor Kejaksaan Negeri Surabaya untuk menjalani beberapa pemeriksaan kelengkapan dokumen sebelum dibawa ke Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo.

"Terpidana akan menjalani hukuman selama 6 tahun sesuai dengan putusan Mahkamah Agung terkait dengan kasus pengalihan aset PT PWU Jatim," katanya.

Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1085 K/Pid.sus/2018 tanggal 24 September 2018. Dalam putusan itu, Mahkamah Agung menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan penjara, serta mewajibkan Wisnu Wardhana membayar uang pengganti sebesar Rp1.566.150.733, subsider tiga tahun penjara.

Baca juga: Rumah Wakil Ketua KPK Laode Syarif Diserang Bom Molotov

Putusan Mahkamah Agung tersebut jauh lebih berat dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada April 2017 lalu yang memvonis Wisnu 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, serta uang pengganti senilai Rp1,5 miliar. Sedangkan Pengadilan Tinggi Jawa Timur malah hanya menjatuhkan vonis satu tahun penjara.

Dalam perkara tersebut, Mahkamah Agung menyatakan Wisnu terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp11 miliar atas pelepasan aset BUMD Jatim di wilayah Kediri dan Tulungagung pada tahun 2013.

Kejati Jatim telah mengajukan kasasi atas perkara yang menjerat mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu dan saat ini masih sedang menunggu putusan Mahkamah Agung.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More